Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten memperketat sistem pengamanan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, guna memastikan jalur penyeberangan Merak-Bakauheni aman dari ancaman kejahatan berintensitas tinggi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Sebagai bentuk antisipasi, kepolisian menyiagakan personel bersenjata lengkap yang didukung oleh kendaraan taktis khusus di berbagai titik vital pelabuhan.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea berkata pengerahan pasukan elite Polri ini merupakan wujud komitmen kepolisian dalam memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Kami pastikan jalur penyeberangan Merak-Bakauheni aman, Detasemen Gegana Brimob Polda Banten melakukan patroli 24 jam penuh di seluruh area pelabuhan di Banten,”
kata Maruli Hutapea, dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2026.
Tim Gegana ditugaskan secara spesifik untuk mendeteksi dini, menindak cepat bila ditemukan benda atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan pelabuhan, serta memperkuat pengamanan dengan mengerahkan peralatan berupa unit kendaraan taktis yang bersiaga penuh.
Keberadaan unit taktis ini memastikan bahwa Kepolisian memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dalam waktu singkat,”
ujar Maruli.
Skema pengamanan tingkat tinggi ini direncanakan akan terus berlangsung secara maraton hingga H+5 perayaan Idulfitri.
Guna menutup segala celah tindakan kriminal, petugas melakukan patroli rutin secara berkala di berbagai titik krusial.
Area yang menjadi fokus penyisiran meliputi area parkir dermaga, fasilitas umum pelabuhan, zona bongkar muat kapal.
Semua itu untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan masyarakat berjalan tanpa hambatan.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat yakni 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).
Angka tersebut berdasar hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan.
Prakiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah 50,60 persen penduduk atau 143,91 juta orang.
Asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi.
Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten di Jawa Tengah. Daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar ialah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek ialah Jawa Tengah.



