Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 18 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • sumatera
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Simfoni Hitam Impunitas: Dari Arsenik Munir hingga Air Keras Andrie Yunus
Nasional

(Part I) Simfoni Hitam Impunitas: Dari Arsenik Munir hingga Air Keras Andrie Yunus

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Maret 18, 2026 10:35 am
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
SHARE

Serangan udara malam dan bahan kimia mematikan kembali menjadi senjata untuk membungkam para penjaga akal sehat republik ini.

Kamis malam, 12 Maret 2026, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Tragedi yang menyisakan luka bakar 24 persen di tubuh Andrie ini terjadi tepat saat ia berdiri di garis depan menolak revisi UU TNI dan bahaya militerisasi sipil.

Nahasnya, serangan terhadap Andrie bagaikan kaset rusak yang terus memutar melodi kelam demokrasi Indonesia.

Peristiwa ini langsung menarik ingatan publik pada memori paling memilukan 22 tahun silam: pembunuhan sang pendiri Kontras, Munir Said Thalib (2004) dengan racun arsenik. Dari udara menuju jalanan, polanya berulang.

Publik melihat kejanggalan pembunuhan aktivis pelabuhan Ermanto Usman sepekan lalu, sandiwara keadilan kasus air keras Novel Baswedan (2017), hingga sabetan parang terhadap aktivis ICW Tama S. Langkun (2010).

Kelima kasus ini diikat oleh satu DNA yang identik: ketika kebenaran diungkap, teror fisik berbicara, dan aktor intelektualnya selalu aman tertawa di balik benteng impunitas.

Anatomi Kasus: Sejarah Kelam Pembungkaman Aktivis

1. Kasus Andrie Yunus (Maret 2026)

Advokat dan Wakil Koordinator KontraS. Sangat vokal menolak revisi UU TNI dan mengkritik kebijakan yang mengancam supremasi sipil. Ia Disiram air keras saat mengendarai motor di Salemba pada 12 Maret 2026.

Polisi menggunakan Pasal penganiayaan berat (467 dan 468 KUHP). Masyarakat sipil mendesak pasal percobaan pembunuhan berencana. Komnas HAM menetapkan Andrie sebagai Pembela HAM per 17 Maret 2026. Pelaku lapangan masih berstatus buron.

2. Kasus Ermanto Usman (Maret 2026)

Aktivis pelabuhan (pensiunan JICT) yang kritis terhadap dugaan megakorupsi di lingkungan pelabuhan. Dia ditemukan tewas dibunuh menggunakan linggis di rumahnya di Bekasi; istrinya kritis.

Polisi menangkap pelaku di Cilincing dan dengan sangat cepat mereduksi kasus ini sebagai “murni perampokan” bermodal hilangnya dua ponsel.

Namun, ada kejanggalan yakni peristiwa terjadi perumahan dengan sistem keamanan ketat. Tidak ada barang mewah yang raib, memperkuat dugaan motif perampokan hanya sebagai kamuflase operasi pembungkaman.

3. Kasus Novel Baswedan (2017)

Latar Belakang: Penyidik senior KPK yang membongkar skandal korupsi raksasa (termasuk e-KTP) yang melibatkan elit politik dan aparat.

Dia disiram air keras usai salat Subuh pada 11 April 2017, menyebabkan kerusakan permanen pada matanya. Dua polisi aktif divonis sangat ringan yakni 1,5 dan 2 tahun penjara, pada 2020.

Mereka menggunakan dalih absurd “dendam pribadi”, yang secara efektif memutus jalur penyidikan hukum ke arah aktor intelektual.

4. Kasus Tama S. Langkun (2010)

Peneliti ICW yang sedang gencar membongkar skandal “rekening gendut” sejumlah perwira tinggi Polri. Ia Dihadang dan dibacok brutal dengan parang di Jakarta Selatan pada 8 Juli 2010.

Proses hukum gelap gulita. Sempat ada sketsa wajah, namun tidak ada satupun terduga pelaku yang ditangkap atau diadili hingga hari ini.

5. Kasus Munir Said Thalib (2004)

Tokoh utama pejuang HAM Indonesia, pendiri Kontras dan Imparsial. Sangat kritis menyoroti pelanggaran HAM berat masa lalu dan intelijen negara.

Dia diracun menggunakan arsenik di atas pesawat penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Amsterdam pada 7 September 2004.

Pilot Garuda, Pollycarpus, divonis sebagai eksekutor lapangan. Mantan Dirut Garuda dihukum karena memfasilitasi. Namun, Muchdi Pr (Mantan Deputi V BIN) divonis bebas dalam peradilan yang kontroversial.

Pengadilan hanya mampu menjerat “pion” lapangan. Laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir dinyatakan “hilang” oleh Sekretariat Negara, mengunci rapat-rapat konspirasi tingkat tinggi aparat intelijen di baliknya.

Babak Baru Fasisme

Penyerangan brutal Andrie Yunus memicu peringatan keras dari Amnesty International Indonesia. Lembaga itu menegaskan insiden ini bukanlah kriminalitas biasa, melainkan serangan langsung terhadap kebebasan berpendapat yang mengindikasikan babak baru kejatuhan demokrasi Indonesia menuju fasisme.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, menilai bahwa penyerangan terhadap Andrie tidak bisa dilihat secara tunggal.

Insiden ini merupakan bagian dari rantai panjang kekerasan terorganisir yang menyasar tokoh-tokoh kritis pro-demokrasi.

Penyerangan terhadap Andri adalah serangan terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia. Polisi sudah mulai mendeteksi setidaknya empat orang pelaku lapangan, tapi perkiraan kami lebih dari itu. Biasanya ada pelaku lapangan, ada yang mengendalikan, dan ada inisiator atau aktor intelektualnya,”

kata Usman kepada owrite.

Menganalisis pola serangan terhadap pembela HAM mulai dari pembunuhan Munir Said Thalib, penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, hingga kasus Andrie Yunus, Usman melihat adanya benang merah yang kental dengan indikasi keterlibatan unsur-unsur negara.

Ia berpendapat, target-target kekerasan ini selalu berkaitan erat dengan isu fundamental kenegaraan. Munir vokal soal reformasi intelijen, Novel di garda depan pemberantasan korupsi, dan Andrie gigih memperjuangkan reformasi militer.

Penyerangan seperti terhadap Novel, Munir, dan Andrie itu memerlukan sumber daya yang besar, kemampuan yang tinggi, dan keberanian yang luar biasa. Tidak mungkin itu dilakukan tanpa ada sebuah operasi yang terstruktur,”

tegas Usman.

Ia menganalogikan pembunuhan Munir di penerbangan internasional yang mustahil dilakukan tanpa akses setingkat operasi intelijen.

Salah satu masalah terbesar dalam penegakan hukum kasus-kasus ini adalah impunitas—situasi di mana pelaku kejahatan, terutama aktor intelektual, kebal dari jerat hukum. Usman mencontohkan dalang di balik pembunuhan Munir hingga kini tidak pernah benar-benar diadili dengan adil.

Lebih jauh, Usman menyoroti potensi kebuntuan jika pelaku penyerangan Andrie ternyata berasal dari unsur militer. Berdasarkan pengalaman historis, Kepolisian kerap terpaksa menyerahkan proses hukum kepada Peradilan Militer, sebuah sistem yang dinilai melanggengkan kekebalan hukum.

Indonesia masih punya sistem hukum yang meletakkan militer di atas hukum sipil, setidaknya sebagai warga negara kelas satu. Undang-Undang Peradilan Militer Nomor 31 Tahun 1997 maupun yang terbaru, UU Nomor 3 Tahun 2025, masih mempertahankan yurisdiksi peradilan militer untuk tindak pidana umum,”

jelas Usman.

Ia mendesak agar praktik standar ganda ini dihapuskan, dan aparat TNI yang melakukan tindak pidana umum maupun kejahatan HAM harus tunduk pada peradilan sipil.

Secara politik, Usman menarik garis lurus dari kemunduran demokrasi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi karpet merah bagi gaya kepemimpinan agresif di pemerintahan Prabowo Subianto saat ini.

Tag:Amnesty International IndonesiaAndrie Yunusermanto usmanHeadlineintimidasikasus hamkekerasankontrasKPKMilitermunir thalibNovel BaswedanpolisiSpilltama s langkunTNIUsman Hamid
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Calon penumpang berjalan menuju ruang tunggu keberangkatan usai lapor diri di Terminal 1 C, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten
Nasional

Hoaks! Pemerintah Pastikan Tak Ada Penghentian Total Penerbangan Internasional

Kementerian Perhubungan membantah kabar yang menyebut seluruh penerbangan internasional dari dan menuju Indonesia dihentikan akibat dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.  Pemerintah memastikan operasional penerbangan internasional masih tetap berjalan, meskipun…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Nasional

Operasi Ketupat 2026 Tekan Kecelakaan Hingga 40 Persen, Kapolri Klaim Mudik Lebih Aman

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, tercatat…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Ilustrasi Piala Dunia
Olahraga

Drama Piala Dunia 2026: FIFA Tolak Relokasi Laga Iran?

FIFA memberikan indikasi bahwa pertandingan tim nasional Iran di Piala Dunia 2026 kemungkinan besar tetap berlangsung sesuai jadwal awal dan tidak dipindahkan ke negara lain. Sinyal ini muncul di tengah…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Platform Sosial Media X. (Sumber: Unsplash/Berke Citak)
Nasional

Catat! Mulai 27 Maret 2026, X Bersih-bersih Akun di Bawah 16 Tahun Sesuai Aturan RI

Platform digital X (sebelumnya Twitter) mengikuti arahan pemerintah terkait penerapan batas usia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
59 menit lalu
Kapolri Listyo Sigit Prabowo berjanji menuntaskan kasus penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. (Foto: owrite/Rahmat Baihaqi)
Nasional

Catat! Kapolri Janji Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Hingga Aktor Intelektual

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, penanganan kasus penyiraman air keras terhadap…

Amin Suciady
By
Amin Suciady
2 jam lalu
Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan khususnya di ruas Tol Jakarta–Cikampek.
Nasional

Arus Mudik 2026 Memuncak! One Way Mulai Diberlakukan di Tol Japek

Pergerakan arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada Rabu 18…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
Gambar ilustrasi dibuat oleh AI
Nasional

(Part III) Simfoni Hitam Impunitas: Dari Arsenik Munir hingga Air Keras Andrie Yunus

Adinda menyorot adanya ironi dalam tata kelola pemerintahan saat ini. Di satu…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up