Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu di Bali diramaikan dengan tradisi pawai ogoh-ogoh yang selalu dinantikan setiap tahunnya.
Pawai ini biasanya digelar pada malam pengerupukan, sehari sebelum Nyepi, dengan menghadirkan patung-patung raksasa berwujud makhluk menyeramkan yang diarak keliling desa.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan simbol dari sifat-sifat buruk atau energi negatif dalam diri manusia. Melalui arak-arakan yang meriah di berbagai sudut desa hingga pusat kota, masyarakat tidak hanya menampilkan kreativitas seni, tetapi juga menjalankan makna spiritual untuk “membersihkan” lingkungan dari hal-hal negatif sebelum memasuki hari suci yang penuh keheningan.
Bagi wisatawan maupun masyarakat umum, pawai ogoh-ogoh menjadi salah satu momen terbaik untuk disaksikan secara langsung, terutama di kawasan-kawasan populer seperti alun-alun desa adat dan pusat keramaian di Bali.
Selain menyuguhkan pertunjukan visual yang memukau, tradisi ini juga memberikan pengalaman budaya yang kaya akan makna dan nilai kebersamaan.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan secara langsung pawai ogoh-ogoh, berikut owrite rangkum rekomendasi lokasinya.
- Simpang Catur Muka
Simpang Catur Muka Kawasan berada di Kota Denpasar. Tempat ini biasa dijadikan sebagai tempat menonton pawai ogoh-ogoh setiap tahunnya. Peserta pawai dan penonton tumpah ruah di sepanjang kawasan ini. Ogoh-ogoh dari Banjar Tainsiat dan Banjar Gemeh menjadi salah satu yang ditunggu kehadirannya.
- Kawasan Renon
Masih di kawasan Denpasar, Anda bisa mengunjungi daerah Renon yang merupakan kawasan elite di Bali. Biasanya pawai akan ada di sekitar Plaza Renon dan Jalan Cok Agung Tresna. Penampilannya berasal dari banjar-banjar di sekitar Renon.
- Kawasan Kuta
Kawasan Kuta jadi favorit wisatawan melihat pawai ogoh-ogoh, khususnya wisatawan mancanegara. Dari mulai Ground Zero hingga area sekitar Pantai Kuta akan padat oleh peserta dan penonton pawai ogoh-ogoh.
- Kawasan Nusa Dua
Pawai ogoh-ogoh di kawasan Nusa Dua akan diselenggarakan di Catus Pata Desa Adat Bualu. Di sana wisatawan maupun masyarakat sekitar bisa melihat pawai ogoh-ogoh dari berbagai banjar dengan kreativitas yang menarik.
- Puspem Badung
Kawasan Pusat Pemerintahan Badung juga akan menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh. Peserta ogoh-ogoh merupakan juara yang dipilih dari beberapa zona di Badung. Termasuk diantaranya adalah ST Yuwana Giri, ST PDJ dan ST EBTB Seminyak.
- Batur, Kintamani–Bangli
Kalau Anda ingin menghindari pusat keramaian, bisa coba beralih ke Bali Timur untuk melihat ogoh-ogoh dengan suasna yang tenang dan kental dengan budaya lokal.
Biasanya, rute pawai di sepanjang Jalan Raya Batur dan jalan utama Desa Ada Batur. Anda dapat menyaksikan perpaduan antara budaya dan keindahan alam Kintamani.
Doa, ritual, dan upacara akan dilakukan sebelum pawai berlangsung. Penduduk setempat akan berkumpul dan ogoh-ogoh akan diarak menuju area danau di mana Pura Segara Ulun Danu Batur berdiri.
- Ubud, Gianyar
Ubud merupakan jantung budaya Bali dengan pawai yang lebih tertata dan teatrikal dibandingkan Kuta atau Denpasar. Tempat paling ramai biasanya di Jalan Monkey Forest dan Jalan Raya Ubud. Alternatif lainnya, yakni Perempatan Puri Ubud, Patung Dewa Indra, dan Jalan Raya Andong.
- Canggu–Badung
Di Canggu, ada dua tempat populer untuk melihat pawai ogoh-ogoh. Pertama, Jalan Pantai Batu Bolong dan Jalan Canggu Permai, Berawa. Suasana di sini agak berbeda, karena Anda akan menjumpai banyak ekspatriat dan turis berkumpul, sehingga cocok buat yang mau nonton pawai ogoh-ogoh untuk pertama kali.
- Sanur, Denpasar
Pawai ogoh-ogoh juga bisa disaksikan di kawasan Sanur, Denpasar. Tempat ini jauh lebih tenang dibanding Kuta dan Canggu. Jalanannya pun lebih lebar, sehingga penonton punya ruang yang cukup untuk menyaksikannya, bahkan bisa mengikuti pawai hingga ke pantai.
Foto: Syifa Fauziah
