Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai berdampak langsung pada sektor pariwisata di Provinsi Bali.
Pemangkasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) baik dalam maupun luar negeri, turut menurunkan tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan Bali.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjok Ace mengatakan kunjungan wisatawan domestik ke Bali sangat berkurang jauh setelah adanya kebijakan pemerintah untuk mengurangi biaya perjalanan dinas.
Penurunan kunjubgan wisatawan berkisar 10 sampai 20 persen di beberapa wilayah di Bali.
Domestik kalau kita ngomong sekarang, dari pemerintah, ASN jauh berkurang setelah kebijakan pemerintah untuk mengurangi biaya perjalanan dinas, ini tidak ada lagi,”
ujar Tjok Ace kepada owrite baru-baru ini.
Tjok Ace menjelaskan biasanya bulan November hingga Desember, dipenuhi oleh wisatawan domestik yang sedang melakukan perjalanan dinas.
Biasanya mereka rapat dan sebagainya, tapi sekarang tidak ada lagi, jadi (wisatawan) domestik kami banyak hilang,”
tuturnya.
Ia mengatakan sejauh ini wisatawan domestik yang ke Bali kebanyakan dari ASN yang sedang melakukan perjalanan dinas.
Yang merupakan pegawai-pegawai ASN ini, kementerian, dari pegawai lembaga, yang banyak datang ke Bali itu banyak mau menekan jumlah penjualan ke Bali,”
tutup Tjok Ace.


