Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat arus balik Lebaran 2026 pada 23 Maret 2026. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan volume kendaraan dari 258 ribu menjadi 270 ribu.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengatakan langkah tersebut untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus balik.
Tentu kita antisipasi, dari persentase-persentase tadi sudah kita hitung,”
ujar Agus kepada media pada Minggu, 22 Maret 2026.
Agus menyebut sekitar 66 persen kendaraan arus balik berasal dari Trans Jawa. Sementara 30–35 persen lainnya menuju wilayah Jawa Barat.
Rekayasa lalu lintas ini rencananya diberlakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, skema one way lokal diterapkan dari KM 414 Semarang-Batang hingga KM 70 Cikatama.
Bila perlu, pada tanggal 23 ini kami sudah lakukan one way lokal sepenggal tahap pertama,”
kata Agus.
Selanjutnya, di KM 70 akan diterapkan skema contraflow yang dapat diperpanjang hingga KM 55 atau KM 36, tergantung kondisi lalu lintas.
Sampai KM 70 karena menyempit. Nanti setelah KM 36 arah Jakarta melebar, kami siapkan contraflow juga. Contraflow dari KM 70 sampai mungkin KM 55 atau KM 36, tergantung volume lalu lintas,”
ucap Agus.
Agus menambahkan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas masih terkendali selama operasi Ketupat 2026. Dia menyebut angka kecelakaan juga berhasil ditekannya hingga 27 persen untuk korban jiwa.
Jadi tidak ada peristiwa yang menonjol. Termasuk Kamseltibcarlantas juga sudah kami laporkan kepada Bapak Kapolri per H 8 jari pada saat operasi. Peristiwa kecelakaan berkaitan dengan fasilitas korban meninggal dunia turun 27 persen. Jadi ini dinamis ya, kemarin 24 persen, sekarang 27 persen,”
katanya.
Peristiwanya itu turun 3,5 persen, ini Alhamdulillah tentunya akan kita pertahankan sampai nanti pada arus balik,”
tutup Kakorlantas Polri.

