Rencana Kementerian Pertahanan untuk merekrut 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memasuki babak baru.
Pemerintah memastikan puluhan ribu sarjana tersebut nantinya tidak hanya difokuskan mengawaki Koperasi Desa Merah Putih, melainkan dapat diterjunkan ke berbagai program prioritas nasional lainnya.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait berkata, perluasan peran tersebut kini sedang dimatangkan bersama lintas kementerian dan lembaga.
Pemerintah juga tengah merumuskan skema penempatan dan penugasan SPPI yang lebih luas dalam berbagai program prioritas nasional, sehingga tidak terbatas pada Koperasi Desa Merah Putih saja,”
kata Rico kepada owrite, Rabu, 25 Maret 2026.
Tingginya animo masyarakat terhadap rekrutmen SPPI, menuntut pemerintah untuk melakukan penyesuaian sistem. Saat ini, fokus pembahasan lintas sektoral adalah menyempurnakan mekanisme rekrutmen agar proses berjalan lebih terintegrasi dan transparan. Tujuannya guna mengantisipasi potensi kendala teknis saat pendaftaran dibuka secara massal.
Bersamaan dengan itu, juga dilakukan penyesuaian dan penguatan kapasitas sistem serta layanan komunikasi publik, sehingga proses ke depan dapat berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan kendala teknis,”
terang Rico.
Mengingat cakupan tugas SPPI yang direncanakan semakin luas dan melibatkan banyak sektor, Rico menekankan pentingnya sinkronisasi kewenangan antar-instansi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih peran saat para sarjana ini diturunkan ke lapangan.
Seluruh proses ini dilakukan melalui koordinasi erat antar kementerian/lembaga untuk memastikan adanya sinkronisasi peran, tata kelola yang jelas, serta dukungan kelembagaan di tingkat pusat dan daerah,”
ucap Rico.
Rico memastikan publik segera diinformasikan setelah pembahasan lintas kementerian rampung. Sebab, saat ini seluruh mekanisme tersebut masih dalam tahap finalisasi, dan akan disampaikan secara resmi setelah seluruh proses koordinasi selesai.
Awal Mula
Calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka yang lolos bakal menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Seluruh sarjana maupun magister dari semua jurusan bisa mendaftar. Perekrutan SPPI ini dijadwalkan bakal dimulai pada Juni 2026. Mereka akan menjadi tenaga pengawak bagi 80 ribu koperasi yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus tahun ini.


