Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / (Part I) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan
Nasional

(Part I) Di Balik Rencana CNG Pengganti LPG: Antara Kedaulatan Energi dan Risiko Keselamatan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 10, 2026 11:12 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
SHARE

Rencana pemerintah mengkonversi penggunaan LPG 3 kilogram (kg) ke compressed natural gas (CNG) mulai memunculkan kekhawatiran baru, tidak hanya dari sisi ketahanan energi dan beban impor, tetapi juga menyangkut aspek keamanan masyarakat.

Daftar isi Konten
  • Tak Bisa jadi Kebijakan Jangka Panjang
  • Kesiapan Infrastruktur dan Kebijakan Dipertanyakan

Di tengah dorongan pemerintah mencari alternatif energi, para pakar mengkritisi penggunaan CNG untuk kebutuhan domestik masih memerlukan kajian mendalam, terutama terkait kesiapan infrastruktur, distribusi, hingga standar keselamatan penggunaan di tingkat rumah tangga. 

Kebijakan ini pun dinilai berisiko apabila diterapkan terlalu cepat tanpa uji coba dan mitigasi yang matang.

Isu ini mencuat setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memberikan bocoran mengenai persiapan penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG.

Langkah ini diambil untuk menekan impor energi dan meningkatkan efisiensi serta kemandirian energi nasional.

Bahlil menjelaskan, bahwa penggunaan CNG sebenarnya mulai diterapkan di berbagai sektor, seperti hotel, restoran, hingga dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, bahan baku dari gas tersebut berasal dari dalam negeri.

CNG ini adalah sama juga gas, tapi dia bukan LPG dan sekarang sudah dipakai untuk hotel, restoran dan beberapa MBG-MBG. Tetapi untuk yang 3 kilogramnya ini baru mau dibuat,”

kata Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa pada awal Mei lalu.

Selain itu, Bahlil juga menegaskan bahwa penggunaan CNG jauh lebih murah, dengan selisih harga 30-40 persen. Namun, politisi Partai Golkar itu tidak mengelak bahwa masih terdapat sejumlah tantangan.

Ini cost-nya lebih murah 30-40% Pak Rektor, dan ini tantangannya juga banyak. Saya bilang tidak ada urusan untuk efisiensi, kebaikan dan pelayanan rakyat, apapun kita pertaruhkan untuk kita wujudkan agar kita mandiri,”

ujar Bahlil.

Tak Bisa jadi Kebijakan Jangka Panjang

Pengamat tambang dan energi Ferdi Hasiman menilai, penggunaan CNG memang dapat menjadi solusi sementara untuk membantu menutup kekurangan pasokan LPG bersubsidi. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut tidak bisa dijadikan strategi jangka panjang.

Ferdi menegaskan, bahwa pemerintah perlu memperhitungkan risiko keamanan dalam penggunaan CNG di sektor rumah tangga. 

Sebab, berbeda dengan LPG yang selama ini sudah memiliki sistem distribusi dan pola penggunaan yang relatif familiar di masyarakat, penggunaan CNG membutuhkan infrastruktur serta teknologi pendukung yang berbeda.

Mulai dari sistem penyimpanan, tekanan gas, hingga mekanisme pemakaian dinilai perlu diuji secara menyeluruh agar tidak memicu potensi kecelakaan di masyarakat. 

Karena itu, Ferdi menilai implementasi CNG tidak bisa sekadar dipandang sebagai solusi cepat di tengah tekanan impor energi. 

Kesiapan Infrastruktur dan Kebijakan Dipertanyakan

Lebih jauh, wacana penggunaan CNG untuk rumah tangga kini tidak hanya diperdebatkan dari sisi efisiensi energi, tetapi juga memunculkan pertanyaan lebih besar mengenai keamanan, kesiapan infrastruktur, dan arah kebijakan energi nasional ke depan.

Ferdi juga menilai rencana konversi LPG 3 kilogram (kg) ke CNG memang dapat menjadi solusi sementara di tengah tekanan pasokan energi dan situasi geopolitik global yang memanas. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut tidak bisa dijadikan strategi jangka panjang.

Menurutnya, penggunaan CNG hanya dapat membantu pemerintah untuk sementara waktu dalam menutup kekurangan pasokan LPG yang selama ini banyak berasal dari Timur Tengah.

Untuk jangka pendek bagus, artinya, dengan adanya solusi minimal kita sudah sedikit aman. Sangat membantu karena selama ini impor LPG paling besar dari Timur Tengah. Tapi untuk jangka panjang kita enggak bisa terus-terusan,”

kata Ferdi kepada owrite, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain itu, Ferdi juga mengingatkan bahwa penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga masih memerlukan kajian mendalam dari sisi keamanan. 

Menurutnya, pemerintah tidak boleh gegabah menerapkan kebijakan tersebut tanpa uji coba dan sosialisasi yang matang kepada masyarakat.

Ia pun mengingatkan pengalaman awal penggunaan LPG yang sempat memunculkan berbagai insiden ledakan akibat kurangnya kesiapan dan pengawasan.

Yang paling penting adalah kehati-hatian untuk menggunakan di awal supaya jangan terjadi hal-hal yang buruk. Karena awal-awal dulu LPG juga banyak yang meledak. Jadi perlu ada antisipasi, perlu dicoba dulu, disosialisasikan dengan baik,”

ujarnya.

Menurut Ferdi, pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur, tabung, hingga sistem distribusi apabila ingin menerapkan CNG secara luas untuk rumah tangga. 

Ia menilai, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman dan penyuluhan karena penggunaan CNG sebagai bahan bakar dapur masih tergolong baru di Indonesia.

Ini barang baru untuk kita, jadi harus ada uji coba dulu. Kalau memang aman dan terkendali baru diterapkan,”

bebernya.

Diketahui, CNG merupakan bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses kompresi gas alam, terutama yang mengandung metana (C1) dan etana (C2). Gas tersebut kemudian disimpan dalam tabung bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar atau setara 2.900 hingga 3.600 psi.

Tag:Bahlil LahadaliaCNGcompressed natural gasgas 3 kgenergigasHeadlineLPGMenteri Energi dan Sumber Daya MineralSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
1
Ternyata Begini Cara Buang Pembalut Bekas yang Benar, Jangan Langsung Masuk Tempat Sampah!
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi pembalut.
2
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
By Natania Longdong
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh
3
Keyakinan Konsumen RI Merosot pada Juli 2026, Penghasilan dan Lapangan Kerja Disorot
By Anisa Aulia
Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Sumber: Antara Foto/Angga Palguna/YU)
4
40.759 Orang Keracunan MBG, Audit Nasional Mendesak: Keselamatan Anak Bukan Bahan Uji Coba!
By Natania Longdong
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah titik api baru kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terlihat dari Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur
Nasional

Karhutla Mengganas di Kalimantan hingga Bromo, Ini Kata Istana

Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Daerah Kelimpungan Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Gelontorkan Rp18,9 Triliun

Pemerintah menggelontorkan tambahan dukungan fiskal hampir Rp19 triliun ke pemerintah daerah untuk…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur Saat Pembukaan Diskusi Plenary Konferensi Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim.
Nasional

YLBHI Sentil Pemerintah: Pembangunan Dikepung Aparat, Kritik Dibalas Kriminalisasi

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyoroti penggunaan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur Saat Pembukaan Diskusi Plenary Konferensi Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim.
Nasional

YLBHI Sentil Jargon ‘Percepatan’ Prabowo: Untuk Siapa?

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur, mempertanyakan dampak…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Natania Longdong
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up