Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah mengkaji kebijakan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), mulai dari pemangkasan hari kerja hingga pembatasan operasional kendaraan dinas dan alutsista. Kebijakan ini menyusul dinamika geopolitik di Timur Tengah yang masih berkecamuk.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan penyesuaian hari kerja menjadi empat hari.
Beberapa hal yang sedang disiapkan antara lain penyesuaian hari kerja dari lima hari menjadi empat hari pada fungsi-fungsi tertentu yang memungkinkan,”
ujar Rico melalui siaran pers, Rabu, 25 Maret 2026.
Ditambahkannya, kebijakan efisiensi juga mencakup penggunaan alat utama sistem senjata (alutsista) serta kendaraan dinas. Namun, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian sesuai kebutuhan.
Penggunaan alutsista akan disesuaikan dengan indeks prioritas dan kebutuhan operasi, serta dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas dan angkutan jemputan pegawai dengan tetap memperhatikan efektivitas pelaksanaan tugas,”
ujarnya.
Ia menegaskan, langkah efisiensi ini akan dilaksanakan secara adaptif, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing satuan kerja.
Kemhan menegaskan, kebijakan ini bukan disebabkan kondisi darurat akibat pembatasan BBM di dalam negeri, melainkan sebagai wujud kesiapsiagaan dan disiplin dalam pengelolaan sumber daya strategis.
Pemerintah juga memastikan cadangan energi nasional saat ini tetap dalam kondisi aman.
Kemhan dan TNI mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat ketahanan nasional dengan mengedepankan efisiensi, tanggung jawab, dan semangat bela negara,”
tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai, penerapan kebijakan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan bisa menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20 persen.
Hal ini sejalan dengan bergejolaknya harga minyak dunia karena penutupan Selat Hormuz akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Ada hitungan kasar sekali (penghematan BBM karena WFH), bukan saya yang hitung. Mereka hitung kalau kasar lah sehari lupa saya, tapi seperlimanya kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),”
kata Purbaya usai melaksanakan salat Idul Fitri di Kantor DJP, Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Dijelaskannya, pertimbangan pemberlakuan kebijakan WFH hanya sehari adalah untuk menjaga fleksibilitas kerja dan produktivitas.
Nanti libur terus, nggak kerja-kerja. WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik,”
jelasnya.



