Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 26 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat

dusep-malik
Last updated: Maret 26, 2026 9:42 am
Dusep - Redaktur
Share
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
SHARE

Tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian nyata seiring lonjakan harga minyak global akibat eskalasi konflik AS–Israel vs Iran yang juga memicu gangguan di Selat Hormuz. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit: menghemat anggaran tanpa mengguncang daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • WFH Bukan Solusi Utama
  • Program MBG Jangan Dipangkas Drastis
  • Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi
  • Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Kepala Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede, menilai langkah paling aman adalah memangkas belanja pemerintah yang tidak produktif, alih-alih mengorbankan program yang langsung menyentuh masyarakat.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga saat ini masih menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal itu tercermin dari penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan 4,4 persen secara bulanan, serta tingkat keyakinan konsumen yang tetap optimistis.

Penghematan jangan diarahkan ke pos yang langsung memukul rumah tangga dan layanan dasar,”

ujar Josua melalui pesan singkatnya kepada owrite, Kamis, 26 Maret 2026.

WFH Bukan Solusi Utama

Sementara itu, Pemerintah memang tengah menyiapkan skema kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan pasca-Lebaran untuk ASN hingga sektor swasta. Namun, menurut Josua, kebijakan ini hanya berdampak terbatas terhadap penghematan fiskal.

Per akhir Februari 2026, beban subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp51,5 triliun. Kementerian Keuangan mencatat tekanan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak, pelemahan rupiah, serta tingginya konsumsi BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

WFH hanya menekan sedikit sisi volume, terutama perjalanan harian. Ada manfaat, tapi tidak signifikan untuk APBN,”

jelasnya.

Program MBG Jangan Dipangkas Drastis

Kemudian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kata Josua, dinilai tidak boleh dipotong secara drastis meski menyedot anggaran besar. Hingga 9 Maret 2026, realisasi program ini telah mencapai Rp44 triliun dengan lebih dari 61 juta penerima.

Josua mengingatkan, pemangkasan mendadak berisiko menekan ekonomi riil karena berdampak pada rantai pasok, mulai dari dapur layanan hingga pemasok lokal.

Sebagai solusi, ia menyarankan pemerintah menata ulang laju ekspansi program, dengan fokus pada wilayah dengan angka stunting tinggi dan kelompok paling rentan.

Yang lebih rasional adalah memperlambat perluasan, bukan menghentikan secara signifikan,”

tegasnya.

Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi

Lalu, di tengah tekanan global, Josua menekankan bahwa efisiensi belanja negara harus menjadi prioritas utama. Belanja yang tidak produktif dinilai sebagai ruang paling aman untuk dipangkas tanpa merusak pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengingatkan agar belanja yang menyokong layanan publik—seperti transfer ke daerah—tidak ikut terdampak. Pasalnya, anggaran tersebut menopang jutaan ASN daerah, puluhan juta siswa penerima bantuan pendidikan, serta ratusan ribu tenaga pendidik.

Di sisi lain, reformasi subsidi energi menjadi kunci. Jika pemerintah memilih menahan harga BBM, maka subsidi harus lebih tepat sasaran.

Subsidi seharusnya difokuskan ke angkutan umum, logistik, nelayan, petani, UMKM, dan rumah tangga rentan—bukan kelompok mampu,”

jelas Josua.

Selain itu, pemerintah juga dapat memperkuat penerimaan negara dengan memanfaatkan lonjakan harga komoditas, termasuk melalui kajian pajak ekspor batu bara.

Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Secara keseluruhan, Josua menilai strategi paling ideal adalah kombinasi kebijakan: memangkas belanja tidak produktif, memperbaiki ketepatan subsidi energi, dan menjadikan WFH hanya sebagai langkah tambahan.

Dengan kombinasi ini, tekanan fiskal bisa diredam tanpa mengorbankan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,”

pungkasnya.
Tag:APBNHarga BBMHarga MinyakMBGpenghematan anggaransubsidi bbmWFH
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Petugas mengatur arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat
Nasional

Arus Balik 2 Gelombang, Ini Strategi Pemerintah Hindari Kemacetan

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya turun langsung memantau puncak arus balik Lebaran gelombang pertama di Terminal Terpadu Pulo Gebang pada Rabu 25 Maret 2026 dini…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Ilustrasi Transisi Energi. (Sumber: Unsplash/ Tim van der Kuip)
Ekonomi Bisnis

IESR: WFH 1 Hari Sepekan ASN/Swasta Tak Cukup, RI Perlu Langkah Cepat Transisi Energi

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai rencana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan merupakan langkah darurat yang tepat di tengah tekanan harga dan risiko…

By
Iren Natania
Dusep
4 Min Read
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (kedua kiri) mendengarkan keterangan saksi mantan Subkor Kepala Seksi Pengawasan Norma Pemeliharaan Kesehatan Tenaga Kerja di Kemnaker RI periode 2015-2020 Muzakir (kanan) pada sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta
Hukum

Gara-gara Yaqut, Noel Ikut-ikutan Mau Ajukan Tahanan Rumah

Tersangka kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Immanuel Ebenezer alias Noel, bersiap mengajukan permohonan peralihan status penahanan menjadi tahanan rumah. Upaya hukum ini diambil menyusul preseden…

By
Adi Briantika
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (25/11/2025).
Ekonomi Bisnis

Harga Batu Bara Meroket, Pemerintah Siapkan “Pajak Baru” Mulai April 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui besaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
1 jam lalu
Ketersediaan armada bus hadapi arus mudik di Sulawesi Tenggara
Ekonomi Bisnis

Efisiensi Anggaran: Pangkas Dana Keselamatan Transportasi, Ancam Nyawa Generasi Emas

Ketegangan geopolitik global dan tantangan fiskal memaksa Pemerintah Indonesia mengambil langkah berupa…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
2 jam lalu
Ilustrasi Naiknya Harga Minyak Dunia. (Sumber: ADB)
Ekonomi Bisnis

ADB Tawarkan Paket Bantuan untuk Negara Terkena Efek Konflik Timur Tengah, Apa Saja?

Asian Development Bank (ADB) menawarkan paket dukungan keuangan, untuk membantu anggotanya yang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Ekonomi Bisnis

Jika Harga Minyak US$90 per Barel, Subsidi Energi Berpotensi Bengkak Rp260 Triliun

Konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up