Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 30 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat

dusep-malik
Last updated: Maret 26, 2026 9:42 am
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
5 bulan lalu
Share
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
SHARE

Tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian nyata seiring lonjakan harga minyak global akibat eskalasi konflik AS–Israel vs Iran yang juga memicu gangguan di Selat Hormuz. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit: menghemat anggaran tanpa mengguncang daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • WFH Bukan Solusi Utama
  • Program MBG Jangan Dipangkas Drastis
  • Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi
  • Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Kepala Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede, menilai langkah paling aman adalah memangkas belanja pemerintah yang tidak produktif, alih-alih mengorbankan program yang langsung menyentuh masyarakat.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga saat ini masih menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal itu tercermin dari penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan 4,4 persen secara bulanan, serta tingkat keyakinan konsumen yang tetap optimistis.

Penghematan jangan diarahkan ke pos yang langsung memukul rumah tangga dan layanan dasar,”

ujar Josua melalui pesan singkatnya kepada owrite, Kamis, 26 Maret 2026.

WFH Bukan Solusi Utama

Sementara itu, Pemerintah memang tengah menyiapkan skema kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan pasca-Lebaran untuk ASN hingga sektor swasta. Namun, menurut Josua, kebijakan ini hanya berdampak terbatas terhadap penghematan fiskal.

Per akhir Februari 2026, beban subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp51,5 triliun. Kementerian Keuangan mencatat tekanan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak, pelemahan rupiah, serta tingginya konsumsi BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

WFH hanya menekan sedikit sisi volume, terutama perjalanan harian. Ada manfaat, tapi tidak signifikan untuk APBN,”

jelasnya.

Program MBG Jangan Dipangkas Drastis

Kemudian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kata Josua, dinilai tidak boleh dipotong secara drastis meski menyedot anggaran besar. Hingga 9 Maret 2026, realisasi program ini telah mencapai Rp44 triliun dengan lebih dari 61 juta penerima.

Josua mengingatkan, pemangkasan mendadak berisiko menekan ekonomi riil karena berdampak pada rantai pasok, mulai dari dapur layanan hingga pemasok lokal.

Sebagai solusi, ia menyarankan pemerintah menata ulang laju ekspansi program, dengan fokus pada wilayah dengan angka stunting tinggi dan kelompok paling rentan.

Yang lebih rasional adalah memperlambat perluasan, bukan menghentikan secara signifikan,”

tegasnya.

Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi

Lalu, di tengah tekanan global, Josua menekankan bahwa efisiensi belanja negara harus menjadi prioritas utama. Belanja yang tidak produktif dinilai sebagai ruang paling aman untuk dipangkas tanpa merusak pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengingatkan agar belanja yang menyokong layanan publik—seperti transfer ke daerah—tidak ikut terdampak. Pasalnya, anggaran tersebut menopang jutaan ASN daerah, puluhan juta siswa penerima bantuan pendidikan, serta ratusan ribu tenaga pendidik.

Di sisi lain, reformasi subsidi energi menjadi kunci. Jika pemerintah memilih menahan harga BBM, maka subsidi harus lebih tepat sasaran.

Subsidi seharusnya difokuskan ke angkutan umum, logistik, nelayan, petani, UMKM, dan rumah tangga rentan—bukan kelompok mampu,”

jelas Josua.

Selain itu, pemerintah juga dapat memperkuat penerimaan negara dengan memanfaatkan lonjakan harga komoditas, termasuk melalui kajian pajak ekspor batu bara.

Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Secara keseluruhan, Josua menilai strategi paling ideal adalah kombinasi kebijakan: memangkas belanja tidak produktif, memperbaiki ketepatan subsidi energi, dan menjadikan WFH hanya sebagai langkah tambahan.

Dengan kombinasi ini, tekanan fiskal bisa diredam tanpa mengorbankan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,”

pungkasnya.
Tag:APBNHarga BBMHarga MinyakMBGpenghematan anggaransubsidi bbmWFH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Sistem Satu Suara Diganti AHWA
By Hardani Triyoga
Pelaksaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur
1
Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Sebenarnya
By Rahmat Baihaqi
Aksi demo ricuh di sekitar DPR, Jakarta.
2
Gempa Susulan Flores NTT Tembus 9.278 Kali, BMKG Mulai Petakan Wilayah Rawan
By Dusep Malik
Update gempa susulan di Flores NTT. (Sumber: BMKG)
3
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
4
Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk Akal”
By Natania Longdong
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Syaiful Arif/wsj)
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam media briefing di Kantor Kemenkeu (sumber: Anisa Aulia/Owrite)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bongkar Syarat Ekonomi RI Bisa Serap Tenaga Kerja: Harus Tumbuh Lebih dari 6 Persen

Ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh di atas 5 persen di tengah ketidakpastian…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Gambar Purbaya
Ekonomi Bisnis

40 Perusahaan Baja Diduga Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Potensi Kerugian Negara Rp5 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengantongi 40 perusahaan baja yang diduga mengemplang…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Investor Asing Borong Aksi Jual, IHSG Terpeleset 0,12 Persen dalam Sepekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sepekan periode 24-28 Agustus 2026…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Kondisi Desa Adat Sade di Lombok NTB. (Sumber: Kemenpar)
Ekonomi Bisnis

Bukan Cuma Rumah Adat, Kebakaran Desa Sade Lumpuhkan Ekonomi 320 Pelaku Pariwisata

Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB),…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up