Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Naik, Ekonom Ungkap Cara Hemat APBN Tanpa ‘Menyiksa’ Rakyat

dusep-malik
Last updated: Maret 26, 2026 9:42 am
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
Ilustrasi Pompa BBM. (Sumber: Unsplash/engin akyurt)
SHARE

Tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kian nyata seiring lonjakan harga minyak global akibat eskalasi konflik AS–Israel vs Iran yang juga memicu gangguan di Selat Hormuz. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit: menghemat anggaran tanpa mengguncang daya beli masyarakat.

Daftar isi Konten
  • WFH Bukan Solusi Utama
  • Program MBG Jangan Dipangkas Drastis
  • Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi
  • Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Kepala Ekonom PT Bank Permata, Josua Pardede, menilai langkah paling aman adalah memangkas belanja pemerintah yang tidak produktif, alih-alih mengorbankan program yang langsung menyentuh masyarakat.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga saat ini masih menjadi penopang utama ekonomi nasional. Hal itu tercermin dari penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 6,9 persen secara tahunan dan 4,4 persen secara bulanan, serta tingkat keyakinan konsumen yang tetap optimistis.

Penghematan jangan diarahkan ke pos yang langsung memukul rumah tangga dan layanan dasar,”

ujar Josua melalui pesan singkatnya kepada owrite, Kamis, 26 Maret 2026.

WFH Bukan Solusi Utama

Sementara itu, Pemerintah memang tengah menyiapkan skema kerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan pasca-Lebaran untuk ASN hingga sektor swasta. Namun, menurut Josua, kebijakan ini hanya berdampak terbatas terhadap penghematan fiskal.

Per akhir Februari 2026, beban subsidi dan kompensasi energi telah mencapai Rp51,5 triliun. Kementerian Keuangan mencatat tekanan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak, pelemahan rupiah, serta tingginya konsumsi BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

WFH hanya menekan sedikit sisi volume, terutama perjalanan harian. Ada manfaat, tapi tidak signifikan untuk APBN,”

jelasnya.

Program MBG Jangan Dipangkas Drastis

Kemudian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kata Josua, dinilai tidak boleh dipotong secara drastis meski menyedot anggaran besar. Hingga 9 Maret 2026, realisasi program ini telah mencapai Rp44 triliun dengan lebih dari 61 juta penerima.

Josua mengingatkan, pemangkasan mendadak berisiko menekan ekonomi riil karena berdampak pada rantai pasok, mulai dari dapur layanan hingga pemasok lokal.

Sebagai solusi, ia menyarankan pemerintah menata ulang laju ekspansi program, dengan fokus pada wilayah dengan angka stunting tinggi dan kelompok paling rentan.

Yang lebih rasional adalah memperlambat perluasan, bukan menghentikan secara signifikan,”

tegasnya.

Pangkas Belanja Tak Produktif, Benahi Subsidi

Lalu, di tengah tekanan global, Josua menekankan bahwa efisiensi belanja negara harus menjadi prioritas utama. Belanja yang tidak produktif dinilai sebagai ruang paling aman untuk dipangkas tanpa merusak pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengingatkan agar belanja yang menyokong layanan publik—seperti transfer ke daerah—tidak ikut terdampak. Pasalnya, anggaran tersebut menopang jutaan ASN daerah, puluhan juta siswa penerima bantuan pendidikan, serta ratusan ribu tenaga pendidik.

Di sisi lain, reformasi subsidi energi menjadi kunci. Jika pemerintah memilih menahan harga BBM, maka subsidi harus lebih tepat sasaran.

Subsidi seharusnya difokuskan ke angkutan umum, logistik, nelayan, petani, UMKM, dan rumah tangga rentan—bukan kelompok mampu,”

jelas Josua.

Selain itu, pemerintah juga dapat memperkuat penerimaan negara dengan memanfaatkan lonjakan harga komoditas, termasuk melalui kajian pajak ekspor batu bara.

Strategi Kombinasi Jadi Kunci

Secara keseluruhan, Josua menilai strategi paling ideal adalah kombinasi kebijakan: memangkas belanja tidak produktif, memperbaiki ketepatan subsidi energi, dan menjadikan WFH hanya sebagai langkah tambahan.

Dengan kombinasi ini, tekanan fiskal bisa diredam tanpa mengorbankan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi,”

pungkasnya.
Tag:APBNHarga BBMHarga MinyakMBGpenghematan anggaransubsidi bbmWFH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Abu Janda Belum Minta Maaf, DPP IKM Desak Polisi Segera Naikkan Kasus ke Penyidikan
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum DPP IKM Dafrizal Djamari, usai mendampingi Sekjen DPP IKM Braditi Moulvey menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai pelapor di Mabes Polri
1
Tak Lagi Cuma Dubes, Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
2
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
By Syifa Fauziah
Ilustrasi slow jogging
3
Gol Menit Akhir Mikel Merino Bungkam Portugal, Spanyol Lolos Dramatis ke Perempat Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Spanyol Mikel Merino berjabat tangan dengan Cristiano Ronaldo.
4
KPK Kasih 10 Catatan Merah Soal Makan Gratis, BGN Bakal Bentuk Tim Khusus
By Rahmat Baihaqi
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan hasil audiensi jajarannya dengan pimpinan KPK kepada wartawan, di gedung Merah Putih, 7 Juli 2026.
5

BERITA LAINNYA

Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ekonomi Bisnis

Himbara Minta Dana SAL Diperpanjang Setahun, Purbaya Cuma Bilang Begini…

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
30 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Buka Peluang Rumahkan Pegawai DJP Imbas Penerimaan 2026 Shortfall

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak pada 2026 hanya sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Kompak Menghijau: Rupiah Perkasa Rp17.980 per Dolar AS, IHSG Terbang ke Level 5.986

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BI Bongkar Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) buka-bukaan terkait biang kerok rupiah kembali menyentuh level Rp18.000…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up