Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 2 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / 2 Kapal RI Ketahan di Selat Hormuz, Pengamat: Dampak Prabowo Ikut BoP Mulai Terasa
Ekonomi Bisnis

2 Kapal RI Ketahan di Selat Hormuz, Pengamat: Dampak Prabowo Ikut BoP Mulai Terasa

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Maret 30, 2026 2:39 pm
Iren Natania
Dusep Malik
Share
ilustrasi kapal Pertamina.
ilustrasi kapal Pertamina (Foto: Instagram pertaminatranskontinental)
SHARE

Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman mengatakan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia memengaruhi dua kapal mili PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Selat Hormuz. Menurut Ferdy, jika dua kapal tersebut masih terus tertahan di wilayah tersebut, maka akan memengaruhi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas di dalam negeri. 

Selat Hormuz ini kan (memasok) untuk Indonesia di kisaran 15-20 persen. Kalau saya tidak salah di Pertamina itu pasokannya paling besar dari Timur Tengah itu kilang Cilacap crude-nya dari daerah Qatar, Bahrain atau apa gitu. Selain itu LPG kita impornya kan di angka 70 persen, tentu sangat berpengaruh secara nasional (jika kapal RI tertahan di Selat Hormuz),”

kata Ferdy pada Owrite, Senin, 30 Maret 2026.

Ferdy kemudian menggarisbawahi bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BOP) yang dianggap memengaruhi keputusan Iran dalam mengizinkan kapal Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz.

Kapal kita yang ditahan di Selat Hormuz dampak dari Presiden (Prabowo Subianto) untuk bergabung dengan BOP. Lalu hubungan diplomasi Indonesia di zaman Prabowo nggak terlalu bagus. Saya melihat bahwa Prabowo tidak serius untuk melakukan komunikasi intens dengan Iran, selain untuk pencitraan doang yang di awal-awal perang dia (Prabowo) bilang mau ke Iran, akhir-akhir juga nggak ke sana,”

ujar Ferdy.

Peneliti asal NTT tersebut kemudian menyoroti kedekatan Prabowo dengan Presiden AS Donald Trump, yang juga menjadi salah satu sumber alotnya pembahasan dua kapal RI di Selat Hormuz dengan pemerintah Iran.

Ferdy pun memberikan strategi untuk menjaga ketahanan energi di dalam negeri. Menurutnya, produksi minyak mentah RI per 2024-2025 yang berada di kisaran 600.000 hingga lebih dari 800.000 barel per hari (BPH), harus digunakan secara bijak. 

Untuk itu perlu langkah-langkah konkrit dari pemerintah, (yakni) prioritas penggunaan BBM itu penting, misalnya hanya untuk transportasi publik, lalu rumah sakit. Pokoknya yang terkait dengan hajat hidup orang banyak, itu menjadi prioritas. Lalu kalau masih ada daerah yang kelistrikannya masih menggunakan BBM ya diupayakan harus menggunakan batu bara. Di beberapa daerah itu kan dieselnya masih sangat tinggi diangka 60 persen,”

beber Ferdy.

Meski demikian, ketahanan energi Indonesia saat ini tidak separah Filipina dan Taiwan karena kedua negara tersebut sangat bergantung pada Selat Hormuz. Filipina sendiri telah mendeklarasikan darurat energi.

Ferdy menekankan bahwa Indonesia masih memiliki negara lain untuk menjadi opsi impor untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Namun, opsi tersebut dinilai tidak begitu efisien karena akan memakan waktu lebih lama jika mengandalkan impor dari AS.

Kalau kita mendatangkan minyak dari luar, kalau dari Amerika kan jauh ya bisa sampai 40-45 hari, kan gak mungkin. Jadi paling aman (produksi minyak kita) harus digunakan dengan bijak seperti yang tadi saya bilang,”

tutupnya.
Tag:BBMBoard of PeaceBOPHarga MinyakPasokanpertaminaprabowoSelat Hormuz
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.892 per Dolar AS Imbas Iran Keluar Meja Perundingan Damai
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
4
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
5

BERITA LAINNYA

gambar ilustrasi pajak
Ekonomi Bisnis

PPh Final 0,5 Persen Kini Dibatasi, HIPMI Beberkan Dampak Beratnya ke Dunia Usaha

Pemerintah merevisi kriteria penerima fasilitas pajak penghasilan (PPh) final UMKM dengan tarif…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
50 menit lalu
ilustrasi kapal Pertamina.
Ekonomi Bisnis

Impor Migas RI Melonjak 82,5 Persen, Terbanyak dari Nigeria hingga Kazakhstan

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, impor minyak dan gas (migas) pada naik…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pedagang Warteg Ngeluh Harga Sayuran Naik, BPS Ungkap Biang Keroknya

Pedagang warung tegal (warteg) mengeluhkan kenaikan sejumlah komoditas sayuran. Situasi ini memaksa…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Seorang petugas satuan pengamanan melakukan patroli di sekitar kapal tanker berbendera asing yang akan memuat material crude palm oil (CPO) di Dermaga B Curah Cair Pelabuhan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Batu Bara dan CPO Jadi Primadona Ekspor, India-Tiongkok Masih Jadi Penyumbang Cuan Terbesar

Per 1 Juni 2026, ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up