Baru-baru ini beredar perkiraan kenaikan harga produk bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Series.
Dalam informasi yang beredar di X, menunjukkan kenaikan yang tidak lagi bersifat bertahap, melainkan melonjak dalam satu siklus penyesuaian.
Perkiraan harga jual eceran BBM non-subsidi untuk April 2026 menunjukkan kenaikan signifikan di hampir seluruh jenis bahan bakar.
Pertamax diproyeksikan naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp17.850 per liter atau meningkat Rp5.550 per liter.
Pertamax Green 95 diperkirakan naik Rp6.250 per liter dari Rp12.900 menjadi Rp19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo naik Rp6.350 per liter dari Rp13.100 menjadi Rp19.450 per liter.
Kenaikan paling besar terlihat pada segmen diesel. Pertamina Dex diproyeksikan melonjak Rp9.450 per liter dari Rp14.500 menjadi Rp23.950 per liter.
Dexlite juga menunjukkan kenaikan serupa sebesar Rp9.450 per liter dari Rp14.200 menjadi Rp23.650 per liter.
Menanggapi informasi yang beredar di sosial media, PT Pertamina (Persero) pun angkat suara. Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, mengatakan bahwa informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga (bensin) per 1 April 2026,”
kata Baron saat dikonfirmasi, Senin 30 Maret 2026.
Baron juga menegaskan bahwa informasi valid mengenai harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com
Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak,”
ungkap Baron.
Diketahui, isu mengenai kenaikan BBM ini berasal dari dampak cepat dari gangguan pasokan global, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia akibat perang AS melawan Iran.



