Sejumlah brand skincare lokal mulai mengajak konsumennya untuk berbelanja langsung melalui website resmi mereka di tengah kenaikan biaya layanan dan komisi marketplace yang terus meningkat sepanjang 2026.
Fenomena ini ramai dibahas di media sosial setelah sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, hingga Lazada.
Beberapa brand seperti Somethinc, Trueve, True to Skin, hingga Noera secara terbuka menyampaikan keluhannya terkait kenaikan biaya komisi dan layanan marketplace yang dinilai semakin membebani biaya operasional bisnis.
Kenaikan biaya platform ini tentunya jadi sorotan karena dinilai memberatkan seller, terutama di tengah naiknya harga bahan baku dan perubahan regulasi marketplace terbaru. Kondisi tersebut tentunya membuat margin keuntungan penjual semakin tipis karena banyaknya biaya tambahan yang harus ditanggung.
Biaya Marketplace Terus Naik di 2026
Jika dibandingkan dengan masa awal ekspansi marketplace di Indonesia, platform seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada sebelumnya menawarkan berbagai insentif untuk menarik penjual maupun pembeli.
Shopee misalnya, pada 2016 tidak mengenakan biaya admin maupun komisi kepada seller dan fokus memperluas pasar melalui program gratis ongkos kirim.
Namun, kondisi tersebut berubah dalam 12 bulan terakhir. Per Januari 2026, Shopee menaikkan biaya admin menjadi sekitar 2 hingga 10 persen per transaksi, tergantung kategori produk dan status toko.
Selain itu, seller juga dikenakan biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 untuk setiap pesanan yang berhasil dikirim.
Melalui laman resminya, Shopee menetapkan biaya admin hingga 10 persen untuk produk kategori tertentu bagi penjual non-star dan star seller.
Sementara untuk Shopee Mall, komisi bahkan bisa mencapai 11,7 persen pada beberapa sub kategori, ditambah biaya pre-order sebesar 3 persen.
Jika dihitung secara keseluruhan, total potongan di Shopee dalam skenario terburuk disebut dapat mencapai 6 hingga 25 persen per transaksi setelah ditambah biaya iklan, promosi, dan layanan tambahan lainnya.
Terapkan Skema Baru
Kenaikan biaya juga terjadi di Tokopedia dan TikTok Shop. Per Mei 2026, kedua platform menerapkan komisi sekitar 2 hingga 10 persen ditambah skema biaya logistik baru yang dihitung berdasarkan rute dan berat paket.
Di TikTok Shop, total potongan yang harus ditanggung seller bahkan disebut dapat mencapai 15 hingga 30 persen dari harga jual produk.
Potongan tersebut terdiri dari komisi platform, biaya layanan logistik, program gratis ongkir dan voucher, hingga biaya affiliate dan promosi tambahan.
Sementara itu, total potongan di Tokopedia dan TikTok Shop diperkirakan berada di kisaran 5 hingga 15,8 persen per transaksi, tergantung kategori produk dan penggunaan layanan promosi.
Seller juga mulai dibebankan ongkos retur barang serta kontribusi biaya pengiriman. Bahkan, biaya proses pesanan sebesar Rp1.250 tetap dipotong meski barang telah diretur setelah dikirim ke pembeli.
Di sisi lain, Lazada turut melakukan penyesuaian biaya komisi seller. Per Februari 2026, komisi marketplace berkisar 1,5 persen hingga 6 persen di luar pajak.
Jika ditambah biaya proses pesanan dan layanan lainnya, total potongan disebut dapat mencapai 4 hingga 8 persen dari total penjualan, menjadikannya relatif paling rendah dibanding marketplace lain saat ini.



