Kementerian Keuangan (Kemenkeu) direncanakan akan mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), yang merupakan konsorsium pengelola Kereta Cepat Whoosh.
COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, ada beberapa skema yang menjadi opsi untuk menyelesaikan permasalahan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini katanya, diambil alihnya KCIC oleh Kemenkeu menjadi salah satu opsi.
Iya, kemungkinan, ini sedang kita Insya Allah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi,”
ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Dony mengatakan, Danantara dan Kemenkeu sudah mencapai kesepakatan terkait penyelesaian utang ini. Namun, dia tidak membeberkan, berapa besaran utang yang akan direstrukturisasi.
Saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga dan sudah ada kesepakatannya sudah selesai seluruh kajian dan lain sebagainya tinggal kita akan ada proses, tentu ada proses formalnya, ya ada signing dan sebagainya,”
tuturnya.
Dony mengungkapkan, untuk operasional Kereta Cepat nantinya tetap ada di bawah KAI. Sedangkan Kemenkeu hanya akan mengambil saham di KCIC.
Operasional tetap di KAI, karena memang kereta api Indonesia kan memang bidangnya itu,”
tuturnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan berterus terang terkait wacana pengambilalihan Kereta Cepat oleh Kemenkeu. Namun, ia mengakui sudah melakukan pembahasan bersama Danantara untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Anda kata siapa? Memang itu rapatnya sudah putus sudah selesai, cuman tinggal formalitasnya. Tapi kan saya belum bisa ngumumin karena bukan saya sendiri yang terlibat. Nanti akan diumumkan, tapi sudah clear itu,”
tuturnya.
Purbaya mengatakan, pihaknya sudah memiliki keputusan final soal penyelesaian masalah Whoosh ini. Pengumuman katanya, akan dilakukan pada waktu yang tepat.
Sudah selesai, sudah diputuskan nanti diumumkan begitu pada saatnya,”
imbuhnya.


