Universitas Budi Luhur menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, bermartabat, serta bebas dari kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi.
Kampus ini menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak keamanan dan kenyamanan civitas akademika.
Rektor Universitas Budi Luhur, Agus Setyo Budi, menyampaikan bahwa pihak kampus menanggapi secara serius setiap laporan yang masuk, termasuk dugaan kasus kekerasan seksual yang baru-baru ini menjadi perhatian publik.
Atas nama pimpinan universitas, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada korban atas situasi yang terjadi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan bersama-sama berada di sisi korban,”
ujar Agus dalam konferensi pers di Gedung Rektorat UBL, Jakarta Selatan, Rabu 8 Agustus 2026.
Proses Penanganan Dilakukan Secara Profesional
Pihak kampus memastikan bahwa setiap laporan ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi yang berlaku. Penanganan kasus dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim khusus.
Agus menjelaskan bahwa hasil investigasi dilakukan oleh Satgas PPKPT Universitas Budi Luhur, yang bertugas menangani pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Sebagai langkah tegas, universitas telah menonaktifkan dosen yang diduga terlibat melalui keputusan resmi rektor.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menonaktifkan dosen terkait melalui penerbitan Surat Keputusan Rektor Nomor: K/UBL/REK/000/006/02/26 tentang Pembebasan Tugas Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, yang berlaku sejak 27 Februari 2026,”
ungkap Agus.
Evaluasi dan Perbaikan Sistem Kampus
Universitas menilai kejadian ini sebagai momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Perbaikan sistem akan terus dilakukan guna memastikan lingkungan kampus tetap aman dan nyaman.
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem pencegahan dan penanganan, serta menjaga kepercayaan publik dalam menciptakan lingkungan kampus yang berintegritas,”
tambah Agus.
Selain itu, pihak universitas juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak dan mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama menjaga nilai keamanan, penghormatan, dan keadilan.
Kami berterimakasih atas segala dukungan yang diberikan dan tetap mempercayakan penanganan hal ini kepada kami,”
ucap Agus.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat kampus, antara lain Deputi Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Promosi Arief Wibowo, Ketua Satgas PPKPT Chazizah Gusnita, serta Direktur Humas dan Kerja Sama Wenny Maya Arlena.
Sementara itu, tim kuasa hukum universitas juga hadir sebagai pendamping, meski tidak tampil di hadapan media.



