Perusahaan petrokimia Lotte Chemical Indonesia (LCI) menegaskan akan memprioritaskan ketersediaan pasokan bagi industri hilir Nusantara di tengah meningkatnya tekanan rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Menghadapi kondisi tersebut, LCI secara aktif melakukan langkah alternatif untuk mengamankan pasokan bahan baku dari sumber-sumber lain demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Direktur Management Support LCI Cho Jin-Woo menegaskan, bahwa LCI memprioritaskan alokasi persediaan produk dan kapasitas produksi yang tersedia untuk pasar domestik Indonesia.
Distribusi pasokan dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,”
kata Cho dalam keterangan resmi, Jumat 10 April 2026.
Sejalan dengan upaya tersebut, LCI juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Selain itu, hngga saat ini LCI masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya karena rute pengadaan bahan baku telah diubah akibat hambatan logistik yang ada.
Kami mengevalusi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi,”
lanjut Cho.
Lebih jauh, untuk mengatasi hal tersebut, LCI mencari dukungan dari Pemerintah Indonesia dengan mengidentifikasi empat poin penting untuk intervensi:
- Penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses impor bahan baku
- Penerapan bea masuk 0 persen untuk LPG sebagai bahan baku
- Bantuan fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global
- Bantuan untuk mengupayakan jalur keluar yang aman bagi kapal pengangkut bahan baku LCI yang saat ini tertahan di Selat Hormuz.
Cho juga menegaskan bahwa dukungan tersebut akan memberikan keamanan yang sangat penting, tidak hanya untuk situasi saat ini tetapi juga untuk industri domestik yang lebih luas.
Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,”
imbuhnya.


