Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi daerah pertama tur empat kota stand up comedy komika Gianluigich. Bertempat di Triizz hotel, tur bertajuk “Aman Ya?” ini berkolaborasi dengan program youtube channel “Pintu Belakang” media online owrite.id.
Selain Gianluigich, tur stand up comedy ini juga menampilkan komika opener lokal, antara lain Rio Janerio dan Uwais Jono. Tak hanya itu, komika yang sudah malang melintang di dunia stand up comedy Mc Danny dan Sanpras, juga tampil sebagai bintang tamu di acara tersebut.
Tur stand up comedy ini juga diisi dengan acara podcast “Pintu Belakang” yang menampilkan narasumber Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip), Nur Maajid Taufiqurrahman, dipandu Gianluigich sebagai host. Untuk diketahui, podcast Pintu Belakang merupakan program youtube channel milik media online owrite.id.
Live podcast yang mengangkat tema “organisasi kampus sebagai pembuka jalan menuju dunia politik”, tidak hanya membahas seputar dunia politik di Indonesia. Namun juga membahas banyak sisi lain tentang kebijakan pemerintah dan kehidupan sosial masyarakat.
Menuju Gelanggang Politik, Proyek MBG, dan Nasib Ojol
Maajid, sapaan akrab Nur Maajid Taufiqurrahman menekankan, gerakan mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus proaktif, berintegritas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ditambahkannya, bahwa memang tidak menutup kemungkinan organisasi kampus menjadi pembuka jalan menuju gelanggang politik. Namun demikian, Maajid menegaskan pentingnya peranan politik yang positif dalam membangun bangsa dan bernegara agar menjadi lebih baik.
Dalam podcast “Pintu Belakang” tersebut, Gianluigich juga meminta pendapat Maajid tentang program makan bergizi gratis (MBG). Ketua BEM Undip itu pun secara tegas menyatakan bahwa program andalan Presiden Prabowo Subianto itu harus dievaluasi dan dikaji ulang.
Maajid menilai, MBG hanya menjadi proyek bagi kalangan tertentu dan juga dapat menurunkan kondisi ekonomi Indonesia, sebab dapat memutus rantai jual-beli di pasar dan kantin sekolah.
Entah itu di pasar ataupun di kantin-kantin sekolah yang tadinya ramai, seharusnya ada transaksi di sana, tapi karena ada MBG justru memutus rantai jual-beli itu. Artinya di sini, momentum masyarakat untuk menaikkan ekonomi atau memproduksi ekonomi justru menurun. Belum lagi anggaran MBG yang juga diambil dari dana pendidikan sehingga berdampak pada tingginya biaya UKT,”
ujarnya, di podcast “Pintu Belakang” Sabtu malam, 11 April 2026.
Maajid juga mengkritisi kebijakan pemerintah soal work from home (WFH) satu hari dalam sepekan, dalam upaya penghematan energi akibat terjadinya perang teluk yang melibatkan Amerika Serikat bersama Israel dan Iran.
Menurutnya, ada banyak pihak yang juga terdampak akibat kebijakan tersebut, antara lain sektor UMKM dan para pekerja lepas seperti ojek online (ojol) atau taksi online (taksol).
WFH itu membuat sektor UMKM seperti kantin di perkantoran berkurang pendapatannya. Belum lagi adanya rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) di kampus-kampus negeri, juga berdampak pada sektor UMKM di kampus. Dan yang paling merasakan dampaknya adalah ojol maupun taksol. Kehidupan dan pendapatan mereka bergantung dari orderan yang didapat di lapangan. Diberlakukannya WFH dan PJJ, maka pendapatan mereka akan berkurang drastis,”
ujar Maajid.

