Salah satu pesaing Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero), yakni BP–AKR, menjadi ‘idol baru’ di kalangan masyarakat. Bukan hanya pelayanannya yang cukup baik, namun kualitas bahan bakar minyak (BBM) milik BP-AKR dinilai cukup berkualitas karena mengandung teknologi ACTIVE.
Melansir dari situs resmi perusahaan, Sabtu, 9 Mei 2026, teknologi ACTIVE tersebut dirancang khusus untuk membantu melindungi dan membersihkan mesin dari kotoran, yang menumpuk dan mencegahnya untuk menempel kembali.
Berawal dari rasa penasaran, publik pun semakin bertanya-tanya mengenai siapa pemilik perusahaan SPBU swasta tersebut.
Diketahui, BP-AKR adalah SPBU swasta di Indonesia yang dikelola oleh PT Aneka Petroindo Raya (APR). Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama (joint venture) antara PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan BP Global Investments Limited.
Adapun produk yang ditawarkan mencakup bahan bakar standar Euro 4 yaitu RON 92, RON 95, dan diesel berkualitas tinggi. Varian ini diposisikan sebagai alternatif Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.

Pendiri AKRA
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) merupakan perusahaan publik milik keluarga pengusaha Soegiarto Adikoesoemo. Putranya, Haryanto Adikoesoemo, diketahui menjabat sebagai Presiden Direktur. Ia dikenal luas sebagai pengusaha energi dan logistik, termasuk kolektor seni serta pendiri Museum Macan di Jakarta.
Soegiarto Adikoesoemo memulai kiprahnya di dunia usaha melalui perdagangan bahan kimia dan jasa logistik. Usahanya pun bertahan sejak masa pemerintahan Presiden Soekarno, lalu berkembang pesat ketika memasuki era Presiden Soeharto.
Pada 1977, Soegiarto mendirikan PT Aneka Kimia Raya, yang kemudian bertransformasi menjadi PT AKR Corporindo Tbk.
Pada tahap awal, perusahaan lebih banyak bergerak di bidang distribusi bahan kimia, sebelum memperluas lini usaha ke sektor energi dan logistik. Kemudian, memasuki tahun 1990-an, AKR Corporindo mulai menjalankan strategi ekspansi, termasuk melebarkan sayap ke pasar Tiongkok. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnisnya di level regional.
SPBU BP-AKR

Lebih jauh, bp dan AKR telah menandatangani perjanjian usaha patungan pada 5 April 2017. Perjanjian ini untuk mengembangkan usaha ritel bahan bakar di Indonesia. Usaha patungan tersebut telah membentuk sebuah perusahaan, PT Aneka Petroindo Raya (APR) yang beroperasi dengan nama BP-AKR Fuels retail.
SPBU bp juga menawarkan segala kebutuhan konsumen dalam satu kunjungan mulai dari mini market, gerai kopi, gerai makanan cepat saji, tempat pengisian air dan angin, mushola dilengkapi dengan AC, toilet bersih, hingga fasilitas top up e-money dan fasilitas penukaran baterai swap untuk kendaraan listrik roda dua di beberapa lokasi tertentu.



