Dunia internasional kembali pusingkan dengan perseteruan antara Amerika Serikat dan Iran. Bahkan, di tengah ketegangan yang kembali terjadi di Selat Hormuz, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap bicara santai sambil mengklaim ada “kabar baik” terkait perkembangan negosiasi dengan Iran.
Sementara di saat yang sama, media Iran dan internasional justru melaporkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup setelah Washington dinilai gagal memenuhi komitmennya.
Pernyataan santai Trump tersebut disampaikan saat perjalanan menuju Washington menggunakan Air Force One. Ia menilai proses negosiasi dengan Teheran masih berjalan positif meski situasi di lapangan menunjukkan dinamika yang berlawanan.
Kami mendapat kabar cukup baik 20 menit lalu. Sepertinya semuanya berjalan baik di Timur Tengah dengan Iran,”
ujar Trump kepada wartawan dikutip dari CNBC pada Sabtu, 18 April 2026.
Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan akan terus berlangsung sepanjang akhir pekan, meski hasil akhirnya belum dapat dipastikan dalam waktu dekat.
Namun optimisme tersebut berbanding terbalik dengan perkembangan terbaru dari Iran. Dimana Selat Hormuz kembali ditutup untuk lalu lintas kapal, setelah Amerika Serikat dianggap tidak menjalankan kewajibannya dalam kesepakatan yang ada.
Dalam pernyataannya, otoritas penyiaran Iran menyebut bahwa sebelumnya Teheran sempat membuka jalur tersebut secara terbatas sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Namun, langkah itu dibatalkan karena Washington dinilai melanggar komitmen.
Iran sebelumnya mengizinkan sejumlah kapal melintas sesuai kesepakatan. Namun AS tidak memenuhi kewajibannya, sehingga Selat Hormuz kembali ditutup dan setiap pelayaran harus mendapat persetujuan Iran,”
demikian pernyataan media pemerintah Iran.
Kebingungan pun muncul setelah sehari sebelumnya Iran sempat menyatakan jalur tersebut dibuka untuk kapal komersial selama masa gencatan senjata. Meski begitu, akses tetap dibatasi dan harus melalui rute yang dikoordinasikan oleh otoritas Iran.
Di sisi lain, Trump juga mengisyaratkan bahwa gencatan senjata yang akan berakhir dalam waktu dekat kemungkinan tidak diperpanjang. Ia bahkan menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan.
Blokade akan tetap ada. Jika tidak diperpanjang, maka kemungkinan kita harus kembali melakukan serangan,”
kata Trump.
Ketegangan ini semakin diperparah oleh kegagalan negosiasi sebelumnya di Islamabad, yang mempertemukan delegasi AS dan Iran namun belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur vital energi dan perdagangan dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar global. Sebelum konflik memanas, seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz setiap harinya.
Dengan ditutupnya kembali jalur ini, maka dikhawatirkan memicu kepanikan global dan gangguan distribusi energi berpotensi memperburuk krisis pasokan minyak dunia, sekaligus meningkatkan volatilitas harga energi yang baru saja optismistis alami penurunan.
Situasi ini juga memperlihatkan kontras antara klaim optimisme dari Washington dan langkah keras dari Teheran. Jika ketegangan terus berlanjut, peluang tercapainya kesepakatan damai diperkirakan semakin tipis.

