Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 30 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Great Institute soal Alasan Pakistan Cocok jadi Juru Damai Konflik AS-Israel dan Iran
Internasional

Great Institute soal Alasan Pakistan Cocok jadi Juru Damai Konflik AS-Israel dan Iran

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 20, 2026 11:34 am
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa. (Foto: owrite.id)
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa. (Foto: owrite.id)
SHARE

Direktur Geopolitik Great Institute Teguh Santosa, memaparkan alasan Pakistan mengambil alih peran sebagai mediator konflik Iran dan Israel-Amerika Serikat. 

Hal ini tidak lepas dari hubungan Pakistan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Iran. Ia mengutip istilah dari mantan Duta Besar Pakistan untuk menggambarkan posisi diplomatik Islamabad.

Mengapa Pakistan? Pakistan hubungannya dengan Amerika Serikat itu up and down, tapi hubungan dengan Tiongkok itu up and up,”

kata Teguh kepada Owrite.id. 

Salah satu bentuk kemesraan Pakistan dan Tiongkok ialah melalui proyek China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) yaitu kumpulan proyek infrastruktur, energi, dan transportasi bernilai lebih dari $60 miliar US$ yang bertujuan menghubungkan wilayah barat laut Tiongkok (Xinjiang) dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan.

Proyek tersebut sempat membuat hubungan Amerika Serikat dan Pakistan renggang. Kemudian, hubungan Amerika Serikat dan Pakistan mulai membaik setelah penarikan pasukan Paman Sam dari Afghanistan pada 2021. 

Kerja sama Amerika Serikat, Pakistan, dan Afghanistan dalam memburu kelompok teroris pada peristiwa Abbey Gate–serangan bom bunuh diri teroris pada 26 Agustus 2021 di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan. Kolaborasi tersebut dianggap mengembalikan komunikasi antara Islamabad dan Washington. 

Sisi lain, Pakistan mempunyai modal kuat untuk berhadapan dengan Iran. Kedua negara itu nyaris tak memiliki problem diplomatik yang signifikan. 

Iran dan Pakistan nyaris tidak punya masalah diplomatik. Mereka bertetangga, kemudian sama-sama dipertemukan oleh sikap mereka yang dengan Amerika Serikat tidak bagus. Akhirnya bagi Iran, Pakistanlah yang menjadi titik temu,”

terang Teguh. 

Ia menyimpulkan peran Pakistan sebagai mediator lebih realistis secara geopolitik kewilayahan. Namun, tawaran yang diajukan oleh Presiden Prabowo agar Indonesia menjadi mediator, tetap memiliki makna bagi posisi Indonesia di mata global. 

Misalnya tidak ada satupun negara teluk atau negara di Asia Barat dan Asia Selatan yang mau jadi juru damai, ada Indonesia. Itu maksudnya,” 

ucap Teguh.
Tag:Amerika Serikatchinageo politikindonesiairanIsraelPakistanperang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Muktamar NU Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU, Sistem Satu Suara Diganti AHWA
By Hardani Triyoga
Pelaksaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur
1
Viral Hercules Muncul Saat Kerusuhan Usai Demo DPR, GRIB Jaya Ungkap Alasan Sebenarnya
By Rahmat Baihaqi
Aksi demo ricuh di sekitar DPR, Jakarta.
2
Gempa Susulan Flores NTT Tembus 9.278 Kali, BMKG Mulai Petakan Wilayah Rawan
By Dusep Malik
Update gempa susulan di Flores NTT. (Sumber: BMKG)
3
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
4
Gus Yahya Bantah Prabowo Tolak Dirinya Pimpin PBNU: “Tidak Masuk Akal”
By Natania Longdong
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dalam Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Syaiful Arif/wsj)
5

BERITA LAINNYA

Banjir besar landa Nepal.
Internasional

Gletser Runtuh Picu Banjir Maut Terjang Nepal, 669 Tewas dan Ribuan Orang Masih Hilang

Nepal meminta bantuan internasional untuk menangani banjir dahsyat yang menewaskan ratusan orang.…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
Internasional

Demo Rusuh Jakarta Disorot Media Singapura, CNA Sebut Ujian Besar Prabowo

Kerusuhan yang mewarnai aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis malam, 27 Agustus…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Banjir Bandang di Nepal-China. (Sumber: X)
Internasional

Banjir Bandang Nepal-Tibet: Hampir 900 Wisatawan Masih Hilang

Hampir 900 wisatawan asing masih dinyatakan hilang di Nepal dan wilayah Tibet,…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
2 hari lalu
Banjir Bandang di Nepal-China. (Sumber: X)
Internasional

Banjir Bandang Perbatasan Nepal – China, Kemlu Konfirmasi 45 WNI Dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI angkat suara terkait kondisi warga negara Indonesia…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up