Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, merespons kenaikan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi pada ukuran 12 kg dari Rp192 ribu per tabung menjadi Rp228 ribu.
Bahlil menegaskan, bahwa kenaikan tersebut dipengaruhi harga minyak dunia yang melonjak US$95,59 per barel, akibat kondisi geopolitik Timur Tengah.
Menteri ESDM itu juga menekankan bahwa pemerintah tidak berkuasa penuh terhadap aturan harga LPG nonsubsidi yang umumnya dipakai industri atau komersil.
Jadi, itu memang tidak kami atur harganya. Dia menyesuaikan dengan harga pasar,”
kata Bahlil di kantornya, Jakarta Pusat, Senin, 20 April 2026.
Menurutnya, fluktuasi harga tersebut adalah hal yang pasti terjadi karena adanya mekanisme dasar perhitungan pasar internasional.
Politikus Golkar tersebut menjelaskan, terdapat formulasi yang menjadi acuan tetap dalam penentuan harga tersebut. Harga LPG juga akan naik dan turun bergantung pada kondisi pasar global.
Jadi kan ada formulasinya. Dulunya itu kan pakai harga Saudi Aramco. Jadi kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik. Tapi kalau untuk LPG 3 kilogram, sejak LPG diterapkan tahun 2006 apa 2007, LPG itu sampai dengan sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah. Yang ada itu adalah dimainkan harganya di distributor dan pangkalan,”
ujar Bahlil.
Selain masalah harga, Bahlil menepis kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kelangkaan pasokan LPG 12 kg di lapangan.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, dia menjamin stabilitas ketersediaan energi nasional.
Kalau dibilang langka, saya pikir laporan dari kami standar minimum di atas 10 hari kok, di atas standar minimum nasional, aman,”
katanya tegas.
Bahlil menegaskan, otoritas pemerintah hanya memiliki kewenangan penuh untuk menjamin kestabilan harga pada barang-barang yang bersubsidi. Namun, dia menjamin baik stok LPG subsidi maupun nonsubsidi dalam keadaan aman.
Saya katakan bahwa kita mengatur harga, yang pemerintah bisa menjamin untuk harganya nggak naik itu adalah yang bersubsidi,”
imbuhnya.


