Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Momen ini diperingati sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perempuan di masa penjajahan.
Penetapan hari penting ini diresmikan oleh Soekarno melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada 2 Mei 1964.
Salah satu yang menarik dari momen Hari Kartini adalah banyak perempuan yang tampil dalam balutan kebaya, pakaian tradisional perempuan yang anggun dan sarat makna.
Lantas, kenapa Hari Kartini selalu identik dengan kebaya? Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Selasa, 21 April 2026.
Pakaian Khas Kartini
Selama masa hidupnya, R.A. Kartini kerap mengenakan kebaya. Bagi perempuan Jawa, kebaya dianggap sebagai pakaian yang sopan dan anggun, terutama bagi kaum priyayi. Hal inilah yang membuat kebaya sangat melekat dengan Kartini.
Simbol Emansipasi Perempuan
Kebaya dilambangkan sebagai pakaian yang mencerminkan keberanian sekaligus keanggunan. Pakaian tersebut kemudian menjadi simbol perjuangan Kartini.
Pelestarian Budaya Lokal
Di momen Hari Kartini juga secara tidak langsung mengajak para perempuan untuk melestarikan budaya lokal lewat kebaya. Banyak perusahaan, sekolah, hingga komunitas yang merayakan Hari Kartini dengan mengenakan kebaya.
Ikon Nasionalisme
Seiring berjalannya waktu, kebaya terus berevolusi dalam desain dan fungsinya, tetapi tetap membawa identitas Indonesia yang kuat. Dari kebaya encim hingga kebaya kutubaru yang kekinian, semuanya mencerminkan semangat nasionalisme yang masih relevan hingga sekarang.
Transformasi Kebaya di Era Modern
Zaman dahulu, kebaya identik sebagai pakaian resmi perempuan dewasa. Namun, seiring berjalannya waktu, kebaya dapat digunakan oleh siapa pun dan dalam berbagai momen. Bahkan, banyak desainer Tanah Air yang menghadirkan kebaya dengan gaya kekinian sehingga cocok dikenakan oleh anak muda, khususnya generasi Z.
Melambangkan Keanggunan
Kebaya juga melambangkan keanggunan bagi setiap perempuan yang memakainya. Dalam perjuangan Kartini, kebaya menjadi representasi visinya tentang perempuan Indonesia
Kartini dikenal sebagai sosok yang memadukan latar belakang bangsawan, kepatuhan terhadap adat, dan kecerdasan yang digunakan untuk memperjuangkan hak perempuan.
Upaya tersebut terlihat setelah ia berhasil mendirikan sekolah perempuan di berbagai kota, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, hingga Cirebon. Beberapa sekolah tersebut bahkan menggunakan nama Sekolah Kartini sebagai bentuk penghormatan.



