Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa proses pengadaan minyak mentah impor dari Amerika Serikat (AS) sedang berjalan. Tim dari PT Pertamina (Persero) juga telah terbang ke AS.
Kata Yuliot, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI soal rencana impor minyak mentah dari AS.
Tadi pagi saya juga rapat dengan Kemlu dan juga dengan beberapa Dubes (Duta Besar) itu juga kita atas komitmen, itu tim dari Pertamina juga lagi ada di Amerika sekarang,”
kata Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Sabtu, 25 April 2026.
Yuliot mengatakan tujuan tim Pertamina terbang ks AS untuk mencari mitra impor minyak Indonesia.
Nantinya, dicari perusahaan yang bisa menyuplai kebutuhan RI dengan cepat, termasuk mekanisme pengirimannya.
Jadi perusahaan-perusahaan mana yang bisa mensuplai kita dalam waktu cepat dan juga bagaimana pengiriman yang kita harapkan itu berbagai sumber untuk kebutuhan crude kita dan juga untuk kebutuhan LPG dalam negeri itu bisa terpenuhi,”
ujarnya.
Rencana ini sejalan dengan kesepakatan dagang Indonesia dan AS seperti dalam Agreement on Resiprocal Trade (ART) yang diteken beberapa waktu lalu.
Setidaknya, hingga saat ini Indonesia sudah mengimpor 60 persen dari kebutuhan 7 juta ton LPG dari Washington.
Jadi ya kita berusaha untuk meningkatkan sebagai pemenuhan komitmen kita di ART. Tetapi di dalam-nya kalau kita menambah itu sumbernya dari mana lagi? Untuk crude itu juga sama. Itu yang lagi didetailkan oleh teman-teman Pertamina,”
imbuh Yuliot.


