Militer AS mengatakan telah menewaskan dua orang lagi dalam serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba pada Jumat, 24 April 2026.
Diketahui, jumlah korban tewas dalam kampanye Washington melawan ‘bandar narkoba’ di Amerika Latin sejak April 2026, meningkat menjadi setidaknya 182 orang.
Militer melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh Organisasi Teroris (narkoba),”
kata Komando Selatan AS, yang bertanggung jawab atas pasukan Washington di wilayah tersebut, dikutip dari Channel News Asia, Sabtu, 25 April 2026.
Intelijen mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut melintas di sepanjang rute perdagangan narkoba yang dikenal di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba.
Para pejabat militer AS mengklaim setidaknya ada tujuh serangan semacam itu sepanjang April, sehingga jumlah total korban tewas dalam operasi ini mencapai setidaknya 182 orang.
Meski demikian, pemerintahan Trump belum memberikan bukti pasti bahwa kapal-kapal yang menjadi targetnya terlibat dalam perdagangan narkoba, sehingga memicu perdebatan tentang legalitas operasi tersebut.
Para ahli hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia juga mengatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar merupakan pembunuhan di luar hukum karena menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.

