Pada Jumat, 12 Juni 2026, puluhan ribu penggemar BTS atau Army akan membanjiri Busan, Korea Selatan, saat grup beranggotakan tujuh orang ini menggelar konser kedua mereka di negara tersebut sebagai bagian dari tur dunia.
Kedatangan BTS ke kota tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan, sama seperti istilah “Swiftnomics” yang menggambarkan dampak tur Eras Taylor Swift, yang membuat hotel hingga restoran penuh pada saat konser berlangsung.
Melansir dari CNBC, Jumat, 12 Juni 2026, sebuah perusahaan pialang Korea Selatan NH Securities juga memiliki istilah untuk BTS, yakni Bangtan-nomics, gabungan dari kata “Bangtan,” yang diambil dari nama grup tersebut dalam bahasa Korea, dan “ekonomi.”
Penggemar BTS Dinilai Jadi Motor Penggerak Ekonomi

NH menggambarkan penggemar akan menghabiskan uang mereka untuk membeli album, dan merchandise, sebelum meluas ke produk kecantikan Korea, makanan, fesyen, dan akhirnya pariwisata.
Dalam catatan perusahaan pada 21 Mei lalu, mereka menemukan bahwa 84 persen dari ARMY global rata-rata berusia remaja dan dua puluhan. Seiring bertambahnya usia dan daya beli mereka, para penggemar ini kemudian dapat datang ke Korea dan berkontribusi pada perekonomian melalui pengeluaran pariwisata.
NH juga memperkirakan bahwa pada 2040, pengeluaran penggemar BTS dapat memberikan kontribusi hingga 0,35 poin persentase per tahun terhadap PDB Korea Selatan. Untuk memberikan angka konkret, 0,35 persen dari PDB Nominal Korea Selatan pada 2024, setara dengan sekitar US$6,58 miliar, menurut perhitungan CNBC Internasional.
Data Awal Bangtan-nomics Mulai Terlihat
Beberapa angka awal untuk “Bangtan-nomics” pun cukup menjanjikan. Mengacu pada data pemerintah Korsel, penggemar yang datang ke konser BTS pertama pada April lalu cenderung tinggal lebih lama dan menghabiskan lebih banyak uang daripada wisatawan yang hanya datang untuk berlibur bukan untuk menonton konser.
Hal itu juga didukung oleh sebuah makalah pada 2019 lalu karya Pyun Ju Hyun, profesor bisnis dan ekonomi internasional di Universitas Korea. Pyun menemukan bahwa konser BTS yang diadakan di Korea Selatan menarik banyak wisatawan asing, dan menghasilkan pemasukan tambahan di negara tersebut.
Makalah Pyun, yang dikirim ke CNBC, mensurvei para penonton konser asing di Seoul, dan menemukan bahwa 98 persen mengatakan mereka berencana untuk mengunjungi Seoul lagi dalam lima tahun ke depan. Sementara dua pertiga lainnya mengatakan mereka berencana untuk mengunjungi Seoul lima kali atau lebih dalam lima tahun ke depan.
Untuk konser-konser di Busan, permintaan akomodasi melonjak begitu tinggi sehingga pemerintah kota harus turun tangan untuk menekan praktik penipuan dan membuka lebih banyak tempat untuk menampung masuknya penggemar dalam jumlah besar.

