Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kesehatan / Jangan Anggap Remeh, Influenza Bisa Berujung Pneumonia hingga Kematian
Kesehatan

Jangan Anggap Remeh, Influenza Bisa Berujung Pneumonia hingga Kematian

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: April 27, 2026 1:49 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Ilustasi, seorang wanita mengalami gangguan kesehatan Influenza.
Ilustasi, seorang wanita mengalami gangguan kesehatan Influenza. (Foto: reepik.com)
SHARE

Influenza masih menjadi ancaman kesehatan pernapasan global yang signifikan, dengan perkiraan 290.000 hingga 650.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Di negara tropis seperti Indonesia, sirkulasi virus yang terjadi sepanjang tahun menjadikan influenza sebagai tantangan kesehatan masyarakat yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan.

Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., menjelaskan influenza tipe A tahun 1918 sampai 1919 telah menyebar ke suluru dunia dan menjadi pandemi pertama.

Dari kasus tersebut yang meninggal sekitar 50 sampai 100 juta orang.

Kenapa meninggal? Karena virus itu menyebabkan sakit berat, terutama pada bayi, balita, dan lansia,”

ujar Prof Miko saat ditemui dalam acara Media Briefing Perlindungan Flu yang Tepat untuk Keluarga Hebat yang diselenggarakan oleh Kalbe melalui anak usahanya, Kalventis, baru-baru ini.

Prof Miko menambahkan bagi orang dewasa yang memiliki komorbid seperti kelelahan jantung, kekurangan darah, diabetes, dan obesitas, risiko penyakitnya akan semakin parah.

Bisa menyerang paru-paru jadi radang paru atau pneumonia, bisa ke jantung, otot-otot jantungnya terganggu, juga ke otak. Sehingga perlu perawatan dan itu yang menyebabkan kematian,”

jelasnya.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A menjelaskan secara global, tingkat kejadian influenza pada anak mencapai 20–30 persen. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Berdasarkan hasil pengolahan data surveilans Influenza Like Illness (ILI) di Puskesmas Jawa Barat tahun 2023, total jumlah kasus ILI terjadi paling banyak pada populasi anak usia 5-15 tahun, dan dapat terjadi pada kelompok usia lain.

Anak-anak berkontribusi lebih besar terhadap penyebaran influenza di masyarakat, karena daya tularnya yang tinggi dan keberadaan virus influenza di dalam tubuh anak yang lebih lama dibandingkan orang dewasa, sehingga sudah bisa menularkan walaupun belum ada gejala atau sesudah sembuh dari sakit influenza. Komplikasi influenza pada anak juga termasuk serius dan membahayakan, seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, hingga ensefalitis,”

papar dr Kanya.

Selain itu, tambah dr. Kanya, angka rawat inap pada anak usia pra-sekolah sebanding dengan angka rawat inap pada kelompok usia 50 hingga 64 tahun.

Oleh karena itu, vaksinasi influenza tahunan disarankan diberikan kepada anak-anak, mulai usia 6 bulan.

Vaksin berperan sebagai tindakan pencegahan utama untuk mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan virus influenza, serta penularan kepada usia lansia yang mungkin serumah dengan anak.

Peralihan ke vaksin influenza trivalent disesuaikan dengan memperkuat perlindungan pada strain yang relevan, termasuk pada anak,”

ucap dr Kanya.

Menurut rekomendasi IDAI, vaksin flu bisa mulai dari usia 6 bulan. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun, imunisasi pertama sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu, lalu diulang 1 kali setiap tahun.

Sedangkan untuk anak usia di atas 9 tahun, imunisasi pertama cukup diberikan satu dosis, lalu juga diulang setiap tahunnya,” pungkas dr. Kanya.

Vaksin Influenza Trivalent

Vaksin Influenza berperan penting dalam melindungi masyarakat dari risiko infeksi dan komplikasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli kesehatan global, termasuk WHO, tidak lagi menemukan sirkulasi virus B/Yamagata, sehingga mendorong penyesuaian komposisi vaksin.

Perubahan rekomendasi WHO ini mencerminkan dinamika epidemiologi influenza global yang perlu direspons secara ilmiah dan adaptif.

Selama lebih dari satu dekade, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi dari dua galur virus flu jenisA yaitu H1N1 dan H3N2 serta dua galur virus flu jenis B yaitu Victoria dan Yamagata. Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia.

Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi. WHO pun merekomendasikan transisi penggunaan vaksin influenza quadrivalent (QIV) ke vaksin influenza trivalent(TIV).

Sejumlah studi menunjukkan bahwa vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan vaksin quadrivalent.

Menurut Prof. Soedjatmiko efektivitas vaksin ditentukan oleh kesesuaian antigen dengan virus yang beredar. Dengan demikian, vaksin influenza trivalent tetap memberikan perlindungan optimal terhadap ancaman influenza.

Transisi dari QIV ke TIV bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru. Fokus utama tetap pada vaksin influenza trivalent untuk melindungi seluruh anggota keluarga, dari bayihingga lansia, dengan harga yang lebih ekonomis sehingga dapat diberikan setiap tahun. Jadwal imunisasi anak dan dandewasa juga tetap sama,”

tutup Prof. Soedjatmiko.
Tag:BalitaEpidemiologi InfluenzaIDAIInfluenzaLansiaVaksinVirusWHO
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
2
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
3
Terbang ke China, Purbaya Bahas Pembiayaan Lewat Panda Bond dengan Investor
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kemasan rokok standar
Kesehatan

Kemasan Rokok dan Vape Bakal Berubah, Kemenkes Ingin Kurangi Daya Tarik bagi Anak

Kemasan rokok dan vape yang selama ini identik dengan warna mencolok dan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Ilustrasi obat
Kesehatan

Kemenkes Pastikan Harga Obat BPJS Tak Naik Meski Dolar Menguat

Nilai tukar rupiah yang berfluktuasi terhadap dolar Amerika Serikat belakangan memunculkan kekhawatiran…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
24 jam lalu
Ganjar Pranowo fisioterapi
Kesehatan

Usai Lari 21K di Jakarta Marathon, Ganjar Pranowo Jalani Fisioterapi, Apa Manfaatnya?

Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengikuti ajang BTN Jakarta International Marathon…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

Menkes Budi: Makan Sambil Main HP Kebiasaan Terburuk, Nilainya 0 dari 10

Makan sambil main handphone sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Padahal kebiasaan itu memberi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up