Kasus kekerasan di daycare kembali menyita perhatian publik. Salah satu yang terbaru adalah kasus di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, yang mengungkap dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Puluhan anak diduga menjadi korban kekerasan dan penelantaran. Bahkan, ada anak yang diikat tangan dan kakinya, hingga mengalami trauma psikologis setelah dititipkan di tempat itu.
Ironisnya, daycare tersebut diketahui tidak memiliki izin operasional resmi, menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak. Kasus ini menjadi pengingat serius bahwa orang tua perlu lebih selektif dalam memilih daycare demi keamanan dan tumbuh kembang anak.
Daycare bukan sekadar tempat menitipkan anak, tapi lingkungan kedua setelah rumah. Kesalahan memilih bisa berdampak pada trauma psikologis anak, gangguan perkembangan, hingga risiko fatal yaitu kekerasan atau penelantaran pada anak. Dalam kasus Little Aresha, bahkan ada laporan anak mengalami luka fisik dan kondisi kesehatan yang memburuk setelah dititipkan.
Kasus tersebut menambah catatan hitam bahwa layanan daycare di Indonesia masih mengalamai permasalahan. Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA), sekitar 44 persen belum memiliki izin atau legalitas, dan hanya 30,7 persen yang memiliki izin operasional.
Sementara itu, 12 persen memiliki tanda daftar dan 13,3 persen berbadan hukum. Dari sisi tata kelola, sekitar 20 persen daycare belum memiliki SOP, dan 66,7 persen SDM pengelola belum tersertifikasi. Proses rekrutmen pengasuh pun umumnya belum berbasis standar dan masih minim pelatihan khusus.
Untuk itu, para orang tua harus cermat dalam memilih daycare yang bagus untuk anak, karena sebagian besar waktu anak akan dihabiskan di tempat tersebut. Berikut hal yang harus diperhatikan saat memilih daycare untuk anak, seperti dilansir dari berbagai sumber, Senin, 27 April 2026.
- Riset Daycare
Orang tua bisa coba tanya kepada orang sekitar mengenai daycare yang akan dikunjungi. Bisa juga melakukan riset via website atau sosial media. Review daycare yang baik biasanya memiliki reputasi yang baik pula.
Perlu diingat, setiap informasi yang didapatkan pastikan sesuai dengan aslinya. Maka, para orang tua perlu periksa secara langsung dengan mendatangi daycare tersebut.
- Perhatikan Jumlah Pengasuh
Idealnya, satu orang pengasuh akan mengasuh 3-4 bayi. Sementara, untuk balita satu pengasuh dapat menjaga 4-6 anak. Lebih dari itu, risiko anak terlantar akan semakin besar.
Selain itu, pengasuh harus berinteraksi baik dengan anak-anak, bertanggung jawab, antusias, dan siaga dalam segala kondisi. Idealnya seorang pengasuh memiliki sifat perhatian, peduli, sabar, dan ramah terhadap anak-anak. Hal ini penting agar anak-anak yang dititipkan dapat belajar dan berinteraksi dengan baik.
- Pastikan Daycare Memiliki Izin Resmi
Ini poin paling penting, daycare harus terdaftar dan memiliki izin untuk pengelolaannya. Kasus Little Aresha menunjukkan bahwa daycare tanpa izin bisa luput dari pengawasan. Ketika memilih daycare, jangan segan untuk menanyakan hal ini kepada pihak pengelola.
- Cek Kebersihan Tempat
Daycare yang baik biasanya memiliki peraturan yang ketat terhadap kebersihan tempatnya. Hal ini bisa dilihat dari lantai, dinding, dapur, terutama toilet. Perhatikan juga apakah para pengasuh yang menangani anak-anak mencuci tangan secara teratur atau tidak, ketika mengganti popok.
Selain itu, daycare juga sebaiknya memiliki banyak ruang untuk berbagai aktivitas anak yang dilengkapi dengan ventilasi cukup dan area bermain di luar ruangan.
- Transparansi Orang Tua dan Lingkungan yang aman
Pastikan daycare aman dan dijaga ketat oleh petugas keamanan yang amanah. Orang tua bisa memastikan apakah daycare dilengkapi dengan CCTV atau kamera yang memantau aktivitas dan keamanan di lingkungan daycare.
Kemudian, pihak pengelola daycare juga harus melakukan laporan harian mengenai tumbuh kembang anak yang nantinya akan diberikan kepada orang tua sebagai bentuk transparansi, tanggung jawab, serta upaya membangun komunikasi yang baik antara pengasuh dan orang tua dalam memantau perkembangan anak secara berkala.
Kasus Daycare Little Aresha bukan sekadar kejadian kriminal, tapi alarm bagi semua orang tua bahwa tempat yang seharusnya aman justru menjadi sumber trauma bagi anak-anak. Memilih daycare bukan soal harga atau fasilitas semata, tapi soal keamanan, transparansi, dan kualitas pengasuhan untuk memenuhi kebutuhan anak.


