Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 17 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kuota Nikel Weda Bay Dipangkas Drastis, Eramet: Produksi Habis Pertengahan Mei
Ekonomi Bisnis

Kuota Nikel Weda Bay Dipangkas Drastis, Eramet: Produksi Habis Pertengahan Mei

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: April 29, 2026 10:42 am
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
SHARE

Perusahaan tambang nikel PT Weda Bay Nickel (WBN) menghadapi pembatasan kuota produksi bijih nikel pada 2026, setelah pemerintah Indonesia hanya menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) awal sebesar 12 juta wet metrik ton (wmt).

Daftar isi Konten
  • Ajukan Revisi Kuota Produksi
  • Jaga Keseimbangan Pasar Nikel

Eramet, selaku pemegang saham terbesar di WBN, menyebutkan bahwa kuota tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yakni RKAB 2025 sebesar 35 wmt.

PT WBN memperoleh RKAB awal untuk volume produksi dan penjualan tahunan sebesar 12 wmt pada 2026,”

tulis Eramet dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 29 April 2026.

Akibat keterbatasan kuota ini, produksi yang diizinkan diperkirakan akan habis lebih cepat dari jadwal. Bahkan, perusahaan menyebut target produksi dari kuota awal tersebut akan tercapai dalam waktu dekat.

Produksi berdasarkan RKAB awal tersebut akan tercapai pada pertengahan Mei,”

ujar Eramet.

Ajukan Revisi Kuota Produksi

Selain itu, WBN juga telah mengajukan revisi untuk menaikkan kuota produksi kepada otoritas terkait.

Permintaan revisi peningkatan izin saat ini sedang diajukan oleh PT WBN,”

tulis perusahaan.

Selama menunggu persetujuan revisi, operasional tambang juga berpotensi dihentikan sementara.

Tambang sedang dipersiapkan untuk masuk fase perawatan dan pemeliharaan (care and maintenance) pada Mei, sambil menunggu persetujuan revisi tersebut,”

lanjut pernyataan itu.

Eramet menegaskan bahwa pengajuan revisi dilakukan melalui proses normal dan sejalan dengan kapasitas produksi tambang, serta tingkat produksi yang telah diizinkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Jaga Keseimbangan Pasar Nikel

Di sisi lain, perusahaan tetap mendukung kebijakan pemerintah Indonesia dalam menjaga keseimbangan pasar nikel.

Meski demikian, WBN menilai kebutuhan bijih nikel di kawasan industri Weda Bay (IWIP) masih jauh lebih besar dari kuota yang diberikan.

PT WBN bertujuan untuk lebih memenuhi permintaan yang terus meningkat dari kawasan industri IWIP, dengan kebutuhan bijih diperkirakan lebih dari 100 wmt per tahun, jauh di atas volume yang saat ini diizinkan,”

jelasnya.

Sebagai konsekuensi dari pembatasan ini, operasi komersial dengan mitra di kawasan industri berpotensi dihentikan sementara jika revisi belum disetujui. Namun, fasilitas pengolahan nikel pig iron (NPI) milik joint venture tetap akan beroperasi menggunakan stok bijih yang tersedia.

Tag:bijih nikelnikelProduksi NikelPT IWIPRKABtambang
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
1
Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
By Rahmat Tunny
Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
2
PDIP soal Isu Jokowi Merapat ke PSI: Wong, Anaknya Sudah Ketum, Kami Tidak Takut!
By Hardani Triyoga
Politisi PDIP, Deddy Sitorus. doc: @Deddysitorus
3
Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan
By Rika Pangesti
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
4
Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
By Natania Longdong
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kantor Pusat PT Timah Tbk. (Sumber: Dok. PT Timah)
Ekonomi Bisnis

Asyik! PT Timah Tebar Dividen Rp656,8 Miliar, Pemegang Saham Kebagian 50% Laba Bersih

PT Timah (persero) Tbk (TINS) membagikan dividen sebesar Rp656,8 miliar dari laba…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
12 jam lalu
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Sentil Subsidi Motor Listrik dan 93% BBM Salah Sasaran, Pakar: Mending buat Angkot Daerah

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menilai pemerintah perlu…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
16 jam lalu
Pengeboran minyak lepas pantai milik PHI. (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Belum Juga Tetapkan Asumsi ICP 2027, Bahlil Tegaskan Tunggu Hal Ini

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pihaknya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
16 jam lalu
BBM Pertamina Jenis Pertamax resmi naik Jadi Rp16.250 per liter. (Sumber: Owrite/Hadi Febriansyah)
Ekonomi Bisnis

Bukan Kelas Menengah, Stimulus Imbas Harga Pertamax Naik Justru Buat Masyarakat Ini

Pemerintah akan menggelontorkan stimulus bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau desil 4. Paket…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up