PSSI Secara resmi memperkenalkan film dokumenter berjudul The Longest Wait di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu 29 April 2026.
Film ini mengangkat perjalanan Timnas Indonesia dalam upaya mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
Dokumenter tersebut diproduksi oleh Fremantle Indonesia dan disutradarai oleh Sakti Parantean. Dengan durasi sekitar 100 menit, film ini merangkum berbagai fase perjalanan tim nasional, termasuk momen di balik layar yang belum pernah terekspos sebelumnya.
Salah satu pemain yang hadir dalam peluncuran, Shayne Pattynama, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari dokumenter tersebut.
Ia menilai proses pengambilan gambar dilakukan secara natural, sehingga mampu menampilkan sisi emosional para pemain secara autentik.
Ya, saya rasa seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya pikir sangat luar biasa bisa menjadi bagian dari dokumenter ini, di dokumenter sebesar ini yang sangat berarti bagi banyak orang,”
ujar Shayne.
Film ini tidak hanya menyoroti pertandingan, tetapi juga memperlihatkan suasana ruang ganti, tekanan yang dihadapi pemain, hingga momen kebersamaan di luar lapangan.
Di dalam dokumenter Anda akan melihat dengan tepat bagaimana perasaan kami di ruang ganti, bagaimana keadaan kami setelah pertandingan, sebelum pertandingan, tekanannya, saat kami bercanda satu sama lain. Semuanya akan Anda lihat,”
kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Menurut Shayne, dokumenter ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar olahraga. Film ini merepresentasikan harapan seluruh bangsa Indonesia.
Ini berarti lebih dari sekadar sepakbola. Ini tentang negara kita, tempat di mana ayah dan keluarga saya lahir. Bisa mencapai Piala Dunia bukan hanya sesuatu yang kami impikan sebagai pemain sepakbola, tetapi juga mewakili seluruh negara,”
ucap Shayne.
Ia juga optimistis masa depan sepak bola Indonesia semakin cerah meski target sebelumnya belum tercapai.
Orang-orang selalu bilang Indonesia adalah raksasa yang sedang tidur, tapi saya rasa kita tidak tidur lagi. Kita sudah bangun dan akan ada banyak hal lagi yang terjadi dengan sepakbola Indonesia,”
tutur pemain Persija Jakarta tersebut.
Proses Produksi Penuh Tantangan
Sutradara Sakti Parantean menjelaskan bahwa proses produksi film ini tidak mudah. Tim harus menyaring ratusan jam rekaman untuk menghasilkan cerita yang kuat dan relevan dalam jangka panjang.
Footage yang ada itu ratusan jam. Jadi kita mesti pilih benar-benar bagaimana menceritakan sebuah histori yang nantinya berguna 25 tahun lagi, 50 tahun lagi, bahkan 100 tahun lagi,”
kata Sakti.
Ia menambahkan bahwa film ini tidak menampilkan seluruh pertandingan secara detail, melainkan fokus pada sisi emosional dan kisah personal para pemain serta staf.
Kita tidak bisa runut setiap pertandingan kita highlight, tetapi apa yang bisa memberikan value tambahan kepada penonton. Apakah itu berupa flashback atau masuk lebih dalam ke personal story, itu yang kita ceritakan,”
jelasnya.
Rencananya Film dokumenter The Longest Wait dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus memperlihatkan perjalanan penuh perjuangan Timnas Indonesia kepada masyarakat luas.

