Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah mulai sadar terhadap gaya hidup sehat, salah satunya tercermin dari tren konsumsi rendah gula atau low sugar.
Pola makan ini semakin populer seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, hingga gangguan metabolisme.
Namun, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan banyak minuman manis yang meski sudah rendah gula tapi masih terasa manis. Menurutnya, rasa manis itu berasal dari pemanis buatan.
Itulah sihir dari si pemanis buatan,”
ujar Menkes Budi seperti dikutip dari Instgaram @bgsadikin, Rabu, 29 Februari 2026.
Budi menjelaskan pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, dan sakarin memiliki tingkat kemanisan sangat tinggi dibanding gula biasa.
Bahkan sejumput kecil saja bisa memberikan rasa manis 200 sampai 600 kali lipat lebih manis daripada gula,”
ucap dia.
Saat kita mengonsumsi pemanis buatan, tubuh mengalami ketidaksesuaian. Akibatnya, tubuh justru merespons dengan memunculkan rasa lapar yang terus-menerus. Kondisi ini dapat memicu konsumsi makanan berlebih.
Lidah merasa manis, jadi otak siap-siap menerima gula. Tapi ternyata gulanya nggak masuk. Itu bisa bikin rasa lapar muncul terus dan craving more sugar berlanjut,”
ujarnya.
Budi mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpaku pada label rendah gula atau low sugar pada kemasan makanan dan minuman. Selain itu juga penting membaca komposisi bahan secara menyeluruh.
Kalau ada minuman kadar gulanya rendah tapi pakai pemanis buatan, akan langsung saya labeli C atau D,”
tandasnya.



