PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan, pertumbuhan laba bersih dari operasi sebesar Rp1,3 triliun pada kuartal I-2026. Angka itu naik 14,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun Unilever membukukan penjualan domestik tumbuh sebesar 3,5 persen, didukung oleh pertumbuhan volume dasar sebesar 2,1 persen. Sehingga laba bersih dari operasi naik 14,1 persen.
Kinerja Awal Tahun Beri Sinyal Positif
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan capaian kuartal I-2026 semakin memperkuat keyakinan perusahaan bahwa bisnis berada dalam jalur pertumbuhan yang sehat.
Hasil kinerja kuartal I-2026 ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat,”
ujar Benjie dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 30 April 2026.
Menurut dia, perbaikan fundamental menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga konsistensi pertumbuhan di tengah dinamika pasar.
Prioritas Strategis (Tiga Pilar Utama)
| Pilar Strategis | Fokus Utama | Inisiatif & Hasil |
| 1. Kategori | Optimasi portofolio & segmen tumbuh cepat. | • Kontribusi segmen pertumbuhan tinggi naik dari 8,3 persen ke 10 persen. • Penerapan pendekatan 6P terintegrasi. • Fokus pada social first demand creation. |
| 2. Saluran Penjualan | Penguatan infrastruktur & kanal masa depan. | • Pertumbuhan kuat di General Trade & Modern Trade. • Akselerasi di Health & Beauty (Contoh: TRESemmé Silk Press). • Penguatan ekosistem Digital Commerce & affiliate. |
| 3. Biaya | Peningkatan marjin & efisiensi. | • Transformasi digital untuk produktivitas. • Disiplin biaya untuk melawan kenaikan harga input & kurs. • Pemanfaatan leverage operasional seiring pulihnya volume. |
Margin Tetap Solid di Tengah Tekanan
Untuk marjin kotor dari operasi yang dilanjutkan berada di level 48,2 persen, atau turun 18 basis poin dibandingkan tahun lalu. Namun, hal ini mengecualikan biaya transformasi, dan marjin kotor tetap solid di 48,8 persen.
Sementara itu, laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan naik menjadi 18,9 persen, atau naik 167 basis poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Benjie mengatakan, ke depan pihaknya akan tetap fokus untuk mendorong pertumbuhan yang melampaui pasar, sekaligus secara proaktif mengantisipasi berbagai tekanan eksternal.
Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan. Prioritas kami tetap sama memperkuat fondasi bisnis, mewujudkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,”
katanya.
Ringkasan Kinerja Keuangan UNVR Kuartal I-2026
| Indikator Keuangan | Nilai / Capaian | Pertumbuhan (YoY) | Keterangan |
| Penjualan Bersih | Rp8,4 Triliun | +2,8% | Dari operasi yang dilanjutkan |
| Penjualan Domestik | – | +3,5% | Didorong volume dasar 2,1 persen |
| Laba Bersih | Rp1,3 Triliun | +14,1% | Dari operasi yang dilanjutkan |
| Marjin Kotor | 48,2% | -18 bps | 48,8 persen jika tanpa biaya transformasi |
| Laba Sebelum Pajak | 18,9% | +167 bps | Menunjukkan efisiensi operasional |
| Divestasi | Teh Sariwangi | Selesai | Rampung pada Q1 2026 |


