Setelah berjam-jam bertahan di bawah terik matahari, peserta May Day mendapatkan sembako usai kurang lebih satu jam mendengar pidato Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat.
Eva, salah satu buruh asli Jakarta, mendapatkan “hadiah” sembako setelah diajak ikut aksi May Day oleh seorang laki-laki yang dianggap “pemimpin rombongan”.
“Ada sarden, susu kental manis, mentega, gula, teh, kopi, dan beras,”
ujarnya sambil mengeluarkan satu persatu isi bingkisan, Jumat, 1 Mei 2026.
Eva berkata ada sejumlah truk besar yang mengangkut kantung sembako dalam jumlah banyak terparkir di tengah-tengah lapangan Monas.
Setelah mendengar pidato Prabowo, Eva bersama rombongan diarahkan ketua rombongan mendekati truk.
“Truk besar dari Bulog”
ucap dia.
Dia dan rombongannya mengantre, lalu diberikan kantung kain warna biru berisi kebutuhan sehari-hari yang diperlukan. Setiap orang yang telah mengambil jatah, bakal mendapatkan tanda yakni jari kelingking bertinta hitam. Seolah seperti memberikan suara dalam pemilu.
Bukan hanya itu, dalam kantung tersebut juga ada amplop putih berisi uang Rp150 ribu. Eva menuturkan sembako itu sengaja dibagikan kepada peserta aksi. Namun, dia tidak mengetahui tujuan pembagian jatah tersebut.


