Perkara insiden di Stasiun Bekasi Timur naik ke tahap penyidikan. Kasus tersebut kini ditangani Subdirektorat Keamanan Negara Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menerangkan pihaknya telah merampungkan proses penyelidikan dengan meminta keterangan 24 saksi.
“Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman rekaman CCTV,”
ujar Budi di kawasan Monas, Rabu, 30 April 2026.
Kini penyidik juga tengah memeriksa tujuh saksi lainnya di Pusat Pengendalian Operasi Kereta wilayah Manggarai yakni Kepala Pusdalops, petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL Commuter Line, masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, serta pengendali perjalanan; di luar instansi itu, polisi memeriksa sopir taksi Green SM inisial RPP dan menyita taksinya sebagai barang bukti.
“Kalau saksi (sopir taksi) itu belum ditahann. Kami masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan. Nanti dilakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada perubahan status menjadi tersangka,”
terang Budi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RRP mengaku bermitra sebagai sopir taksi Green SM sejak 25 April 2026. Kepolisian mendapati sopir tersebut menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mengoperasikan kendaraannya.
Penyelidik juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk mencari tahu penyebab pasti kecelakaan itu. Kepolisian berfokus pada dugaan gangguan sistem kelistrikan maupun pengaruh medan magnet di perlintasan sebidang, sehingga menyebabkan taksi listrik itu mogok.
“Apakah ini karena sistem kelistrikan atau komunikasi yang terputus, termasuk kemungkinan pengaruh medan listrik dan magnet terhadap kendaraan. Masih kami dalami,”
ujar Budi.
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi pada Senin, 27 April 2026, pukul 20.55 WIB. Data terakhir dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) total 107 korban (16 tewas, 91 luka-luka) didominasi perempuan karena mereka berada di gerbong khusus wanita.
Guna mendukung kebutuhan informasi, KAI menyiagakan posko di dua lokasi yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan KA Jarak Jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

