Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 21 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Prabowo Nyanyi Internasionale Bareng Buruh di May Day, Solidaritas atau Manuver Politik?
Nasional

Prabowo Nyanyi Internasionale Bareng Buruh di May Day, Solidaritas atau Manuver Politik?

dusep-malikSyifa Fauziah
Last updated: Mei 1, 2026 3:24 pm
Dusep Malik
Syifa Fauziah
Share
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) didampingi Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban (kiri), Ketua Umum KSPSI sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (kedua kiri), Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (ketiga kiri), Presiden KSPI Said Iqbal (kedua kanan) dan Ketua Umum KPBI Ilhamsyah (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S/nz)
SHARE

Lagu Internasionale kembali menggema dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar setiap 1 Mei. Pada peringatan tahun ini, Presiden Prabowo Subianto turut melantunkan lagu tersebut bersama para buruh di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Daftar isi Konten
  • Sejarah Lagu Internasionale
  • Lirik Lagu Internasionale Versi Asli
  • Terjemahan Versi Ki Hajar Dewantara

Lagu Internasionale dikumandangkan setelah ia menyelesaikan pidatonya di hadapan massa buruh. Sejumlah pimpinan serikat pekerja yang berada di atas panggung kemudian mengajak Prabowo untuk ikut bernyanyi. Ia pun mengikuti lantunan lagu yang dikenal sebagai simbol perjuangan kelas pekerja tersebut sambil mengepalkan tangan.

Di balik popularitasnya dalam setiap aksi buruh, lagu Internasionale juga memiliki latar sejarah yang kuat dan kerap dikaitkan dengan gerakan komunisme dan sosialisme di berbagai negara.

Untuk lebih jelasnya, Owrite.id akan merangkum tentang sejarah, lirik, dan terjemahan lagu Internasionale, berikut ulasannya dari berbagai sumber, Jumat, 1 Mei 2026.

Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kedua kiri), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat (kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Bayu Pratama S)

Sejarah Lagu Internasionale

Lagu Internasionale bukan sembarang lagu kelas pekerja, himne gerakan kiri, maupun sosialis, tetapi lagu ini juga merupakan lagu kebangsaan dari gerakan komunis internasional.

Pada tahun 1888, penyelenggara paduan suara Partai Pekerja Prancis (La Lyre des Travailleurs) Gustav Delory meminta komposer Pierre Degeyter untuk menciptakan ritme lagu dari puisi berjudul “L’Internationale“.

Pada tanggal 8 Desember 1896, lagu Internasionale ditetapkan sebagai himne resmi kaum revolusioner. Pada tanggal 8 Desember 1899, semua organisasi sosialis Prancis menetapkan lagu tersebut sebagai himne resmi mereka pada akhir Kongres Umum Pertama di Paris.

Pada tahun 1892, Internasional Kedua mempopulerkannya dan mengadopsinya sebagai lagu resminya. Pada Kongres Internasional di Kopenhagen pada tanggal 3 November 1910, lagu ini menjadi himne yang merepresentasikan semua pekerja di seluruh dunia. 

Pada tahun 1919, Lenin menetapkannya dalam Internasional Ketiga, menjadikannya lagu kebangsaan Uni Soviet hingga tanggal 15 Maret 1944, ketika lagu ini digantikan oleh lagu yang digubah dengan musik oleh Aleksandr Aleksandrov dan lirik oleh Sergei Mikhalkov dan Gabriel El-Registan. 

Pada tahun 1904, setelah digunakan untuk Kongres Internasional Kedua di Amsterdam, lagu ini menjadi himne pekerja yang mencari perubahan radikal di dunia. Lagu ini merupakan lagu resmi sebagian besar organisasi anarkis, Marxis, komunis, dan sosialis.

Pada tahun 1960, Partai Komunis Indonesia (PKI) mengeluarkan terjemahan lagu Internasionale versi resmi mereka. Ada juga versi A. Yuwinu 1970, saduran kolektif Enam Maret, versi Umar Said, dan lain-lain.

Di Indonesia, lagu ini dibuat versi Ki Hajar Dewantara dan banyak dinyanyikan oleh kaum pergerakan awal, termasuk komunis dan sosialis, pada masa pergerakan anti-kolonial hingga pasca kemerdekaan.

Setelah peristiwa G30S 1965, yang menandai bangkitnya Orde Baru, lagu Internasionale mulai dilarang. Meski direpresi, Internasionale tidak mati. Ia terus hidup di ruang-ruang kecil, seperti di kampus, dalam diskusi sejarah gerakan kiri, atau di lingkaran aktivis buruh.

Di era reformasi, lagu ini mulai muncul kembali dalam aksi mahasiswa, buruh, petani, dan kelompok marjinal lainnya.

Lirik Lagu Internasionale Versi Asli

Ouvriers, paysans, nous sommes

Le grand parti des travailleurs

La terre n’appartient qu’aux hommes

L’oisif ira loger ailleurs

Combien de nos chairs se repaissent

Mais si les corbeaux, les vautours

Un de ces matins disparaissent

Le soleil brillera toujours.

REFRAIN (2×)

Terjemahan Versi Ki Hajar Dewantara

Bangunlah kaum yang terhina

Bangunlah kaum yang lapar

Kehendak yang mulia dalam dunia

Senantiasa bertambah besar

Lenyapkan adat dan faham tua

Kita rakyat, sadar, sadar!

Dunia sudah berganti rupa

Untuk kemenangan kita

Agenda utama 1 Mei: singalong internasionale bersama Pemimpin Gemoy Revolusi.

HIDUP BURUH! HIDUP BURUH! HIDUP INDONESIA!

HIDUP JO….

😍😍😍 pic.twitter.com/tBFMwZV7f4

— Kementerian Kegelapan (@kemgelapan) May 1, 2026
Tag:BuruhInternasionaleKomunismay dayPKIprabowososialisUni Soviet
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Listrik Padam di Banyak Daerah, Bahlil Beri Ultimatum Keras ke Bos PLN
By Natania Longdong
Ilustrasi aktivitas masyarakat terganggung karena adanya pemadaman listrik.
1
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi! Dunia Waswas Usai AS Gagal Kendalikan Israel
By Natania Longdong
Data pergerakan kapal di selat hormuz.
2
Dirut PLN Minta Maaf Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa, Ternyata Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
3
DJP Blak-blakan Ungkap Potensi Kehilangan Penerimaan Negara dari Program MBG
By Anisa Aulia
Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
4
Prabowo Siapkan Surat Demi Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN, Ini Targetnya
By Anisa Aulia
Pertemuan Presiden Prabowo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta pelatih Timnas Indonesia John Herdman di Hambalang, Jawa Barat (sumber: Biro Pers Sekretariat Presiden)
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Nasional

Pakar Soroti Aturan Batas Gaji MBR: Harus Ada Skema Jelas, Jangan Sampai jadi Beban APBN

Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
51 menit lalu
Mahasiswa Trisaksi dan Esa Unggul di depan gedung DPR RI. (Sumber: Owrite/Fauzi-Tunny)
Nasional

(Galeri Foto) Massa Aksi Mahasiswa Trisakti-Esa Unggul Bawa Tuntutan TRITURA ke DPR

Demonstrasi mahasiswa kembali menghampiri kawasan Gedung DPR RI, Kompleks Senayan, Jumat, 19 Juni 2029.  Demonstrasi…

Muhammad FauziRahmat Tunny OWRITEdusep-malik
By
Muhammad Fauzi
Rahmat Tunny
Dusep Malik
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung Dapur MBG di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Doc: Setpres RI
Nasional

Meski Dihantam Masalah Hukum, Prabowo Pastikan Program MBG Tetap Jalan

Presiden Prabowo Subianto memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap lanjut, di…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Tersangka kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di Indonesia Silmy Karim (tengah) berjalan usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Nasional

KPK Obok-Obok Kantor Imigrasi Bali, Kejar Jejak Pemerasan Eks Wamen Imipas Silmy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Bali…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up