Lanjutan Aksi May Day di DPR, Polisi Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas
Sejumlah serikat buruh menggelar aksi May Day di depan gerbang DPR/MPR, Jumat, 1 Mei 2026. Kepolisian pun memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung mengimbau masyarakat agar tidak melintasi Jalan Gatot Subroto mengarah Slipi.
“Arus dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan melalui jalur alternatif seperti Jalan Asia Afrika atau Jalan Gerbang Pemuda,”
ujar Reynold, Jumat, 1 Mei 2026.
Reynold menyarankan pengendara menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan akibat aksi May Day.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari kawasan DPR/MPR RI untuk sementara waktu dan mengikuti arahan petugas di lapangan,”
ucapnya.
Dia juga mengimbau pengendara untuk tetap tertib dan mematuhi rambu serta petunjuk petugas demi kelancaran bersama.
“Gunakan jalur alternatif yang telah disiapkan dan tetap utamakan keselamatan dalam berkendara,”
tandasnya.
Presiden Prabowo Hadir di Peringatan Hari Buruh
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal menyatakan Presiden Prabowo bakal hadir dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 yang akan digelar di Monas, Jakarta Pusat, Jumat 1 Mei 2026.
Kemarin, Said mengatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden langsung guna membahas persoalan ketenagakerjaan.
“Setelah berdiskusi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai May Day dan masa depan Indonesia, kami memutuskan untuk merayakan May Day di Monas bersama Presiden dan elemen serikat pekerja lain,”
kata Said melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
Aksi direncanakan digelar di depan gedung DPR RI. Hanya saja wacana itu berubah setelah Said berdialog langsung dengan kepala negara. Hari Buruh momentum penting bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah. Sehingga haram dianggap sebagai agenda seremonial saja.
Diperkirakan ada 100 ribu massa buruh dari berbagai elemen serikat pekerja yang bakal memadati kawasan Monas. Selain di Jakarta, aksi Hari Buruh bakal dilaksanakan serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kota, seperti Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Banda Aceh, Batam, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo, hingga Morowali.

