Kongres ke-76 FIFA yang digelar di Vancouver pada Kamis 30 April 2026 menghadirkan momen tak terduga yang menjadi sorotan publik.
Acara yang dihadiri oleh 211 negara anggota tersebut awalnya berlangsung normal, namun kemudian diwarnai sejumlah insiden, termasuk ketegangan antar delegasi.
Sebelum insiden utama terjadi, kongres sempat diwarnai polemik terkait ketidakhadiran delegasi Iran.
Tiga perwakilan Iran dilaporkan tidak dapat memasuki Kanada meski memiliki visa yang sah. Penolakan ini diduga berkaitan dengan presiden federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj, yang disebut memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Sejak 2024, IRGC telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Kanada, sehingga pihak imigrasi menolak masuk para delegasi tersebut di Bandara Internasional Pearson Toronto.
Ajakan Infantino Picu Momen Canggung
Ketegangan berlanjut saat Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengundang delegasi Israel dan Palestina naik ke atas panggung.
Infantino berinisiatif mempertemukan kedua pihak untuk berjabat tangan dan berfoto bersama sebagai simbol persatuan melalui sepak bola. Namun, upaya tersebut tidak berjalan sesuai harapan.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, secara terbuka menolak ajakan tersebut. Dalam video yang beredar, Rajoub terlihat menyampaikan protes dan terlibat perdebatan di atas panggung. Ia kemudian memilih meninggalkan panggung dan hanya bersalaman serta memeluk Infantino.
Kritik Keras terhadap FIFA
Setelah kongres berakhir, Rajoub menyampaikan kritik terhadap tindakan Infantino yang dinilainya tidak mempertimbangkan kondisi rakyat Palestina.
Saya pikir Gianni (Infantino) punya hak untuk mencoba menjembatani (masalah), Dia punya hak untuk mencoba menyatukan orang,”
buka Rajoub dikutip dari kanal YouTube TRT World.
Tetapi dia tidak tahu penderitaan mendalam orang-orang Palestina dan (keluarga) olahraga Palestina. Ini Israel. Bagaimana bisa saya berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu? Menurut saya ini (inisiatif Infantino) sangat disayangkan,”
lanjutnya.
Lebih lanjut, Rajoub meminta FIFA untuk mengambil langkah tegas terhadap Israel terkait situasi yang terjadi.
Ia juga mendorong federasi sepak bola dari berbagai kawasan untuk memberikan tekanan kepada FIFA agar menjatuhkan sanksi kepada Israel.

