Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Stop Jadi Second Choice! Ini Ciri-ciri Kamu Bukan Prioritas Dia
Hype

Stop Jadi Second Choice! Ini Ciri-ciri Kamu Bukan Prioritas Dia

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 4, 2026 7:00 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ilustrasi second choice
Ilustrasi second choice (Foto: Magnific)
SHARE

Pernahkah kamu merasa menjadi “opsi cadangan” dalam sebuah hubungan asmara? Atau merasa tidak diprioritaskan oleh pasanganmu? Perasaan ini membuat bingung sekaligus sedih, karena hubungan yang seharusnya membuat tenang justru berubah jadi penuh tanda tanya.

Daftar isi Konten
  • Apa itu Second Choice?
  • Tanda-tanda Kamu Dijadikan Second Choice
  • Dampak Second Choice
  • Cara Keluar dari Situasi Ini

Menurut laman marriage.com, kondisi seperti ini ternyata cukup banyak yang mengalami. Tapi mungkinkah hubungan seperti ini tetap dipertahankan?

Apa itu Second Choice?

Sederhananya, kamu bukan prioritas utama pasanganmu. Bisa jadi, ia masih belum selesai dengan masa lalunya, masih buka peluang buat orang lain, bahkan kamu hanya dianggap sebagai pelariannya saja.

Hubungan yang sehat itu bisa dilihat dari kedua pihak yang saling memilih dan berkomitmen. Dalam hubungan second choice hanya satu pihak saja yang berjuang, sementara yang satunya lagi hanya menjalani setengah hati.

Jika kamu merasa harus “menunggu giliran” untuk diprioritaskan, itu bisa jadi tanda buat kamu berpikir ulang tentang tentang kelanjutan hubungan mu.

Tanda-tanda Kamu Dijadikan Second Choice

Ada beberapa redflag yang biasa muncul dari pasangan second choice seperti:

  • Aktif di medsos, tapi lama balas chat kamu.
  • Ajak kencan mendadak dan jarang ada komitmen di awal.
  • Sering bawa-bawa mantan dalam hubungan.
  • Kamu tidak pernah dikenalkan dengan orang terdekatnya.
  • Selalu “sibuk” disaat kamu butuh, dan selalu ada saat dia kesepian.
  • Sering menghindari pembicaraan tentang masa depan.
  • Kamu lebih effort sementara pasanganmu cenderung lebih pasif.

Hubungan seperti ini sering kali terasa “jalan”, tapi sebenarnya timpang dan menguras emosi. Kalau kamu mulai merasa harus menunggu, menebak-nebak, dan berjuang sendirian, bisa jadi kamu memang bukan prioritasnya.

Dampak Second Choice

Menjadi second choice bukan hanya soal ego, karena dia punya dampak serius ke diri sendiri, seperti:

  • Muncul rasa insecure dan rendah diri.
  • Jadi gampang cemburu dan overthinking.
  • Cemas berlebih dan takut ditinggalkan.
  • Capek secara emosional.
  • Menurunkan standar diri.

Yang paling bahaya adalah, kamu bisa kehilangan rasa percaya diri dan bisa merusak kepercayaan kepada pasangan di hubungan berikutnya.

Karena itu, tidak ada alasan untuk bertahan di posisi ini. Kamu berhak mendapatkan cinta yang utuh, bukan setengah-setengah. Usaha yang kamu berikan seharusnya dihargai, dan kamu pantas menjadi prioritas, bukan sekadar alternatif. Bertahan dalam hubungan seperti ini justru bisa menutup kesempatanmu untuk bertemu seseorang yang benar-benar memilihmu.

Cara Keluar dari Situasi Ini

Memang tidak mudah untuk keluar dari situasi seperti ini. Apalagi saat hubungan ternyata sudah berjalan lama, tapi ada beberapa langkah yang bisa membuatmu pelan-pelan meninggalkan hubungan seperti ini, antara lain

  1. Jujur dengan diri sendiri

Jujur pada diri sendiri bahwa hubungan tersebut tidak sehat, dan jangan terus-terusan menutupinya. Setelah itu, cobalah berkomunikasi dengan pasanganmu secara terbuka mengenai perasaanmu dan lihat apakah ada perubahan nyata. 

  1. Pasang Batasan

Penting juga untuk menetapkan batasan agar kamu tidak terus memberi tanpa menerima. Berhenti memberi effort berlebihan jika pasanganmu tidak memberi timbal balik.

  1. Fokus pada Diri Sendiri

Alihkan fokus pada diri sendiri dengan melakukan hal-hal yang membuatmu berkembang, serta cari dukungan dari orang terdekat. 

  1. Berani Pergi

Jika tidak ada perubahan, berani pergi adalah keputusan yang tepat, pergi bukan berarti tanda kalah, melainkan bentuk menghargai diri sendiri. 

  1. Belajar dari Pengalaman 

Dari pengalaman ini, kamu juga bisa belajar untuk lebih peka terhadap tanda-tanda serupa di masa depan.

Pada akhirnya, menjadi second choice memang menyakitkan, tetapi juga bisa menjadi pelajaran berharga tentang self-worth. Ingat, kamu layak dipilih sepenuhnya tanpa harus bersaing atau menunggu giliran. 

Jangan bertahan hanya karena takut sendiri atau sudah terlalu sayang. Karena, hubungan yang sehat tidak akan membuatmu merasa kurang. Mulai sekarang, tempatkan dirimu sebagai prioritas, karena orang yang tepat tidak akan pernah membuatmu merasa menjadi nomor dua.

Tag:Pasanganredflagsecond choiceToxicToxic Relationship
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Khasiat Buah Tomat, Sumber Antioksidan yang Baik untuk Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah Tomat
4
Praperadilan Febrie Dimulai 18 Agustus, Pengacara Klaim Kantongi Sembilan Kejanggalan
By Rika Pangesti
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
5

BERITA LAINNYA

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.
Hype

Empat Jurnal UMB Naik dan Pertahankan Akreditasi SINTA, Bukti Penguatan Riset Kampus

Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mencatatkan perkembangan positif dalam penguatan budaya penelitian…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Buku Panduan Shalat
Hype

Anak Skena Yogyakarta Bikin Buku Panduan Salat Dikemas Personal

Bukan sekadar buku panduan ibadah, komunitas anak muda asal Yogyakarta, SkeNU, menghadirkan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
20 jam lalu
Perayaan Chusoek menggunakan baju daerah Korea
Hype

Chuseok, Tradisi Panen dan Hari Raya Keluarga di Korea Selatan

Berbagai negara di dunia memiliki tradisi untuk merayakan musim panen sebagai bentuk…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
21 jam lalu
Rumah Gaya Japandi
Hype

Kelihatan Estetik dan Mahal, kenapa Rumah Gaya Japandi Kurang Cocok Diterapkan di Indonesia?

Kalau kamu sering scroll Pinterest, Instagram, atau TikTok buat cari inspirasi rumah,…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up