Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan, alasan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Amblasnya rupiah hingga menyentuh level Rp17.400 per dolar AS, disebabkan faktor global dan musiman.
Perry mengatakan, saat ini rupiah sudah undervalue alias di bawah harga wajar. Sebab, fundamental ekonomi RI kuat tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen, inflasi rendah di level 0,13 persen per April 2026, kredit tumbuh tinggi, dan masih kuatnya cadangan devisa.
Nah ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,”
ujar Perry di Istana Negara, Jakarta, dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Ada Dua Faktor Penyebab

Perry menjelaskan, tekanan yang ada pada rupiah akhir-akhir ini disebabkan oleh dua faktor, yakni global dan musiman. Untuk faktor global disebabkan oleh kenaikan harga minyak, suku bunga Amerika Serikat (AS) yang melonjak, hingga modal asing kabur dari emerging market termasuk Indonesia.







