AS dan Iran dilaporkan sedang berupaya merundingkan rincian memorandum setebal satu halaman untuk mengakhiri permusuhan. Adapun isi dari proposal tersebut merupakan langkah-langkah terbaru di tengah kebuntuan atas konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara.
Memorandum yang diusulkan AS tersebut akan menetapkan kerangka kerja untuk pembicaraan di masa mendatang mengenai program nuklir Teheran,”
menurut sebuah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, dikutip dari The Hill, Kamis, 7 Mei 2026.
Iran Dipaska Moratorium Pengayaan Nuklir
Sebelumnya, pada Rabu, 6 Mei 2026, Axios melaporkan bahwa kesepakatan itu akan melibatkan komitmen Republik Islam untuk moratorium pengayaan nuklir, pencabutan sanksi oleh pemerintahan Donald Trump dan pelepasan miliaran dana Iran yang dibekukan, serta pencabutan pembatasan transit di Selat Hormuz oleh kedua belah pihak.
Selain itu, jika proposal tersebut diterima dan diterapkan, akan sangat penting bagi ekonomi global.
Axios melaporkan bahwa kedua pihak secara aktif menegosiasikan durasi moratorium pengayaan uranium oleh Teheran. Tiga sumber mengatakan kepada media tersebut bahwa moratorium itu setidaknya akan berlangsung selama 12 tahun, sementara sumber lain mengatakan 15 tahun adalah jangka waktu yang paling mungkin.
Wall Street Journal pun menguak fakta dari seorang pejabat Iran, yang mengatakan bahwa salah satu gagasan yang sedang dibahas oleh para negosiator adalah menghentikan pengayaan uranium selama 12 hingga 15 tahun sebelum mengizinkan Iran untuk memperkaya uranium hingga kemurnian 3,67 persen.
Diketahui, Teheran memiliki persediaan uranium yang diperkaya hingga 60 persen, sementara 90 persen dibutuhkan untuk menggerakkan senjata nuklir.
AS Bebaskan Iran Buat Program Nuklir Sipil
Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa jika Teheran menginginkan ‘program nuklir sipil’ maka mereka bebas untuk mengejarnya.
Mereka bisa saja memilikinya (program nuklir sipil) jika itu yang mereka inginkan, tetapi mereka tidak bertindak seolah-olah itu yang mereka inginkan,”
ujar Rubio di ruang konferensi pers Gedung Putih.
Mereka bertindak seolah-olah menginginkan program nuklir militer. Itu tidak dapat diterima,”
ujarnya.
Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Iran juga akan menyetujui inspeksi oleh PBB terhadap program nuklirnya, sementara AS secara bertahap akan mencabut sanksi dan melepaskan miliaran dana Iran yang dibekukan, menurut Axios.


