Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat, hingga Senin 11 Mei 2026 sebanyak 797 rumah dan 3.517 jiwa terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang menyebut banjir tersebar di 15 titik lokasi. Selain permukiman warga, sekitar 50 hektare sawah juga dilaporkan terdampak banjir.
Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,”
ujar Cornelius Padang
Cornelius Padang mengatakan setidaknya ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir, wilayah dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Kambu.
Di Jalan Mangkarey dengan 100 rumah dan 900 jiwa terdampak, sedangkan di Lorong Hidayatullah sebanyak 76 rumah dengan 300 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Poasia, Kelurahan Anduonohu menjadi salah satu wilayah terdampak paling luas. BPBD mencatat sebanyak 85 rumah dan 225 jiwa terdampak banjir di Jalan Kedondong RT 24 RW 08.
Distribusi Air Bersih
Sementara di Kecamatan Baruga, Kelurahan Lepo-Lepo juga mengalami dampak cukup parah. Di RT 03 tercatat 69 rumah dengan 224 jiwa terdampak, sedangkan di RT 14 sebanyak 34 rumah dengan 176 jiwa terdampak.
BPBD juga mencatat banjir terjadi di Kecamatan Abeli, Kadia, Kendari Barat, dan Wuawua. Hingga kini, Pemerintah Kota Kendari bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak.
Saat ini, BPBD Kota Kendari telah melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi banjir, evakuasi warga, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Meski kondisi banjir mulai berangsur surut, BPBD tetap bersiaga mengantisipasi potensi banjir susulan.


