Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu perang Iran selama pertemuan Presiden China Xi Jinping yang akan dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2026.
Selain itu, Trump juga akan meminta Xi untuk “membuka” Tiongkok bagi perusahaan-perusahaan Amerika. Namun, keinginannya untuk meningkatkan perdagangan harus berbenturan dengan gesekan politik terkait Taiwan dan perang di Timur Tengah.
Saat meninggalkan Gedung Putih menuju Beijing pada Selasa, 12 Mei 2026, Trump mengatakan baha dia mengharapkan “pembicaraan panjang” dengan Xi tentang Iran, yang menjual sebagian besar minyaknya dikenai sanksi AS.
“Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran dari China dan bahwa Xi telah cukup baik dalam masalah ini,”
kata Trump, dikutip dari CBS News, Rabu, 13 Mei 2026.
Namun, Beijing lebih mendorong agar Iran dan AS mencapai perdamaian, dengan menteri luar negeri China mendesak rekan sejawatnya dari Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi antara Teheran dan Washington.
Sebagai informasi, Beijing menjadi lebih percaya diri dan tegas sejak kunjungan Trump ke negara itu pada 2017 lalu. Namun, KTT ini juga berlangsung di saat yang tidak pasti bagi perekonomian China, yang dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang dengan belanja domestik yang lesu dan krisis utang yang berkepanjangan di sektor properti.


