Amerika Serikat dan China memperkuat hubungan Asia Timur menjelang pertemuan puncak dua presiden yang sangat dinantikan di Beijing pekan ini.
Para negosiator perdagangan dari kedua negara dijadwalkan bertemu di Seoul, Korea Selatan, menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping, yang dijadwalkan pada 14 – 15 Mei 2026.
Jadwal yang padat mencerminkan dinamika regional yang terjadi dalam hubungan Washington-Beijing, dengan KTT tersebut dipantau secara ketat oleh para pemimpin di seluruh dunia.
Berikut agenda lengkapnya:
Selasa: Menkeu Amerika di Jepang
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent tiba di Jepang, Senin, 11 Mei. Dia akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa, 12 Mei, seperti yang dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik NHK.
Jepang adalah salah satu negara yang paling terdampak oleh perang Iran karena negara Asia ini bergantung pada Timur Tengah untuk sekitar 75 persen impor minyaknya.
Kunjungan Bessent terjadi pada saat hubungan antara Beijing dan Tokyo memburuk, menyusul komentar Takaichi pada November lalu, yang mengindikasikan Tokyo akan mendukung Taiwan jika diancam oleh militer Beijing, yang memicu respons tajam dari China. Jepang juga belum melunakkan pernyataannya, meskipun ada permintaan dari Beijing.
Selama kunjungannya ke Amerika pada Maret lalu, Trump dan Takaichi berkomitmen pada perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Jepang pun akan mengamati dengan saksama pernyataan resmi mengenai Taiwan setelah pertemuan Trump-Xi, dengan Trump mengatakan bahwa penjualan senjata ke Taipei termasuk dalam agenda KTT tersebut.
Rabu: Bahas Dagang AS-China di Korea Selatan
Menurut Kementerian Perdagangan China, Wakil Perdana Menteri He Lifeng akan memimpin delegasi ke Korea Selatan dari Selasa hingga Rabu untuk pembicaraan perdagangan dengan Amerika.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan pertemuan lain, tetapi merujuk pada pertemuan puncak Trump-Xi di Busan, Korea Selatan, pada Oktober tahun lalu.
Meskipun tidak jelas apakah Bessent memperhitungkan perbedaan zona waktu Amerika, pengumuman hanya menyebutkan bahwa pada hari Rabu, ia akan singgah di Seoul untuk berdiskusi dengan He Lifeng.
Ini merupakan pertanda ketatnya jadwal perencanaan dan target yang harus dicapai untuk KTT pekan ini di Beijing. China juga baru secara resmi mengkonfirmasi pertemuan tersebut pada hari Senin.
“Menurut pandangan kami, KTT ini lebih berfokus pada menghindari peningkatan ketegangan yang tidak perlu dan mengelola risiko daripada membangun mekanisme struktural dan menjalin persahabatan yang mendalam,”
kata Kepala Ekonom China Nomura, Ting Lu,dikutip dari CNBC Internasional, Selasa, 12 Mei 2026.
“Agenda yang paling mendesak adalah krisis Iran-Hormuz,”
lanjut dia.
Kamis: Trump di China
Menurut Gedung Putih, Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu malam. Pagi berikutnya, ia akan berpartisipasi dalam upacara penyambutan dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Xi, sebelum mereka mengunjungi Kuil Surga yang bersejarah, sebuah bangunan penting abad ke-15 di pusat Beijing. Malam harinya akan ditutup dengan jamuan makan malam kenegaraan.
Gedung Putih telah mengundang lebih dari puluhan eksekutif Amerika untuk bergabung dengan Trump dalam perjalanannya ke China. Para pemimpin tersebut termasuk CEO Tesla Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, dan CEO Boeing Kelly Ortberg. Namun, CEO Nvidia Jensen Huang tidak ada dalam daftar tersebut.
Impor pesawat Boeing, kedelai AS, dan daging sapi oleh China kemungkinan akan meningkat setelah pertemuan puncak Trump-Xi, tetapi kemungkinan tidak akan pulih ke level tertinggi yang terlihat dalam sejarah baru-baru ini, menurut Economist Intelligence Unit (EIU) China.
Jumlah pembelian China kemungkinan akan dibatasi oleh konsesi Amerika terhadap ekspor teknologi, yang pada gilirannya dibatasi oleh dinamika di Washington, kata analis EIU.
Jumat: Trump tinggalkan Beijing
Presiden AS dijadwalkan minum teh dan makan siang dengan Xi, sebelum meninggalkan China.
Seperti yang dibahas selama pertemuan puncak musim gugur lalu di Busan, Xi diperkirakan akan mengunjungi AS akhir tahun ini, dan kesimpulan dari pertemuan pekan ini di Beijing bakal dipantau dengan cermat untuk mencari tanda-tanda tanggal perjalanan yang pasti.
Pemimpin Tiongkok itu terakhir kali mengunjungi Amerika untuk konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik pada tahun 2023, tetapi belum melakukan kunjungan kenegaraan resmi sejak 2015, selama pemerintahan Obama.
Sementara, Trump juga pernah mengunjungi Tiongkok pada tahun 2017 selama masa jabatan pertamanya; sedangkan penggantinya, Joe Biden, melewatkan perjalanan ke negara Asia tersebut.
Xi kemungkinan direncanakan mengunjungi Amerika pada Desember untuk pertemuan G20 di Florida. Trump diperkirakan hadir pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Shenzhen pada November mendatang, yang artinya kedua pemimpin tersebut dapat bertemu lagi.

