Seorang anggota DPRD Jember bernama Achmad Syahri As Siddiqi atau yang akrab disapa Ra Fadil menjadi sorotan, usai video dirinya diduga bermain game dan merokok saat rapat resmi beredar luas di media sosial.
Dalam cuplikan video tersebut, tampak seorang anggota dewan tengah memegang ponsel di sela berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi D DPRD Jember pada Senin, 11 Mei 2026.
Rapat tersebut diketahui membahas isu pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember dan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, BPJS Kesehatan, hingga para kepala puskesmas se-Kabupaten Jember. Namun perhatian publik justru tertuju pada aktivitas anggota dewan yang terekam kamera, diduga sedang asyik bermain game sambil merokok di tengah forum resmi.
Unggahan itu pun langsung menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap tidak mencerminkan etika dan profesionalitas sebagai wakil rakyat.
“Yaela ga profesional bgt”
tulis @fillah.awns
Komentar lain juga menyayangkan sikap anggota dewan tersebut, terlebih topik yang dibahas berkaitan langsung dengan pelayanan kebutuhan masyarakat.
“Topik soal kesehatan tp dia malah ngasi asep rokok diruangan.”
tambah @fillah.awns
Tak lama setelah videonya viral, Achmad Syahri As-Siddiqi muncul ke publik dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat ulahnya.
“Dengan rendah hati memohon maaf kepada masyarakat Jember, khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar”,
ucapnya dalam video yang beredar.
Ia juga mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya yang merokok dan bermain game saat rapat berlangsung.
Selain itu, ia juga memaknai kejadian ini sebagai pelajaran berharga dan siap menerima segala konsekuensi.
“Saya sadar apa yang saya lakukan (bermain game dan merokok dalam forum), saya khilaf, semoga ini menjadi pembelajaran dalam hidup saya. Saya siap disanksi oleh partai (Gerindra) dan juga DPRD,”
lanjutnya.
Politikus muda itu juga mengakui masih banyak kekurangan sebagai kader muda, ia berharap kejadian serupa tak terulang. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga Jember.
“Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan. Semoga ke depannya ini tidak terulang lagi, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat Jember,”
tutup Achmad.




