Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / Kronologi Penitipan Bayi Ilegal di Sleman, Polisi Evakuasi 11 Bayi
Daerah

Kronologi Penitipan Bayi Ilegal di Sleman, Polisi Evakuasi 11 Bayi

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 13, 2026 1:12 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Gambar ilusttrasi bayi
Gambar ilusttrasi bayi (Foto: Paxels)
SHARE

Praktik penitipan bayi ilegal di wilayah Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terungkap, setelah warga melaporkan aktivitas mencurigakan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat penampungan bayi tanpa izin resmi.

Daftar isi Konten
  • Mayoritas Bayi Dititipkan oleh Mahasiswi
  • Tiga Bayi Dirawat Intensif di RSUD Sleman
  • Dua Bayi Sudah Dikembalikan ke Orang Tua
  • Pemda DIY Akan Perketat Pengawasan Tempat Penitipan Anak
  • Polisi Dalami Dugaan Penelantaran Anak dan Perdagangan Orang

Rumah tersebut diketahui milik orang tua seorang bidan berinisial ORP yang bekerja di sebuah klinik di wilayah Gamping. Saat didatangi aparat dan warga, polisi menemukan 11 bayi berada di rumah tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengungkapkan, meskipun pengelola memiliki latar belakang medis, namun lokasi penitipan bayi tersebut tidak memiliki izin operasional.

Mayoritas Bayi Dititipkan oleh Mahasiswi

AKP Mateus menegaskan, mayoritas bayi yang dititipkan berasal dari ibu kandung yang masih berstatus mahasiswi. Mereka menitipkan bayi secara diam-diam karena alasan ekonomi, rasa takut, hingga malu apabila keluarga di kampung halaman mengetahui keberadaan anak mereka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para orang tua mengalami keterbatasan dalam pengasuhan mandiri sehingga memilih menitipkan bayi kepada pengelola dengan tarif Rp50 ribu per hari. Meski begitu, polisi memastikan praktik penitipan tersebut tetap melanggar aturan karena dilakukan tanpa izin resmi.

Tiga Bayi Dirawat Intensif di RSUD Sleman

Dari total 11 bayi yang ditemukan, delapan bayi berada dalam kondisi stabil dan kini berada di bawah pengawasan Dinas Sosial Sleman. Sementara itu, terdapat 3 bayi yang harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kondisi kesehatan bawaan sejak lahir.

AKP Mateus menegaskan kondisi ketiga bayi tersebut bukan akibat penelantaran di lokasi penitipan.

“Tiga bayi tersebut memang memiliki sakit bawaan seperti kelainan jantung, hernia, dan kuning. Saat ini pengobatan mereka telah dijamin oleh Pemda DIY,”

ujar Mateus dikutip dari portal pemerintah DIY.

Dua Bayi Sudah Dikembalikan ke Orang Tua

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro mengatakan penanganan bayi saat ini telah dialihkan kepada pihak yang berwenang. Sebanyak dua bayi telah dikembalikan kepada orang tua kandungnya, sementara tiga bayi masih menjalani perawatan medis intensif di RSUD Sleman.

“Kami mengedepankan koordinasi lintas sektor agar kesehatan serta pertumbuhan mereka tetap terjamin. Kami juga berterima kasih atas kepedulian masyarakat yang segera melapor ketika menemukan hal mencurigakan,”

ujar Argo.

Pemda DIY Akan Perketat Pengawasan Tempat Penitipan Anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengapresiasi respons cepat masyarakat dan aparat dalam mengungkap praktik penitipan bayi ilegal tersebut.

Menurutnya, kepekaan warga dan Jagawarga menjadi faktor penting dalam penyelamatan bayi-bayi tersebut.

“Koordinasi antara aparat dan warga membuktikan sistem perlindungan masyarakat kita berjalan baik. Kini Pemda DIY hadir untuk memastikan pemulihan kesehatan serta jaminan perlindungan bagi mereka,”

ungkap Erlina.

Pemerintah Daerah DIY juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap lembaga penitipan anak sesuai Instruksi Gubernur agar seluruh tempat penitipan anak beroperasi sesuai standar dan aturan hukum yang berlaku.

Polisi Dalami Dugaan Penelantaran Anak dan Perdagangan Orang

Polresta Sleman saat ini masih mendalami legalitas praktik penitipan bayi tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana lain seperti penelantaran anak maupun tindak pidana perdagangan orang.

AKP Mateus mengatakan keselamatan dan kesehatan bayi menjadi prioritas utama selama proses penyidikan berlangsung.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesehatan bayi-bayi tersebut. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemenuhan hak anak-anak ini terjaga dengan baik selama proses penyelidikan berlangsung,”

katanya pada Senin, 11 Mei 2026.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan bayi-bayi tersebut sebenarnya dirawat cukup baik oleh pengelola. Namun lokasi penitipan dipastikan tidak memiliki izin operasional resmi sesuai ketentuan hukum.

Tag:mahasiswiPenitipan bayi ilegalRSUD SlemanSleman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
By Rahmat Tunny
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
2
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi
Daerah

Baru Mau Mulai Hobi Baru tapi Sudah Borong Peralatan Ini Itu? Ternyata Ini Alasannya

Pernah nggak sih kamu kepikiran buat mulai hobi baru? Karena mau coba…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
7 jam lalu
Sejumlah anggota tim medis dari YIARI dan BKSDA Kalbar mengevakuasi orang utan jantan dewasa bernama Sampurna yang ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan sawit milik warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat
Daerah

Karhutla Ancam Orang Utan, Populasi Tapanuli Tersisa 716-800 Ekor

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera tidak hanya mengancam…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
7 jam lalu
Warga berjalan di dekat spanduk imbauan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau di Dermaga Canti, Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026).
Daerah

Anak Krakatau Mulai Kalem, BNPB Siapkan Renkon Tsunami di Lampung

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperketat kesiapsiagaan di wilayah pesisir Provinsi Lampung…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Natania Longdong
Adi Briantika
11 jam lalu
Ilustrasi penembakan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya oleh TPNPB-OPM.
Daerah

3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Ditembak Mati TPNPB

Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya tewas diduga jadi korban penembakan Tentara Pembebasan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up