Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan hukuman berat kepada Persipura Jayapura setelah terjadi kericuhan dalam laga playoff promosi Super League 2026/2027.
Persipura dikenai sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim penuh serta denda total mencapai Rp240 juta.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Komdis PSSI Nomor 246 tertanggal Rabu, 13 Mei 2026.
Sanksi dijatuhkan setelah terjadi aksi anarkis penonton di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Jumat 8 April 2026.
Dalam insiden tersebut, sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan dan beberapa kendaraan dilaporkan dibakar.
Persipura Jayapura diberi sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027,”
tulis pernyataan PSSI, Jumat 15 Mei 2026.
Denda sebesar Rp30 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran terkair di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat,”
tambah pernyataan tersebut.
Rincian Denda yang Dijatuhkan Komdis PSSI
Selain hukuman utama, Komdis PSSI juga mengeluarkan beberapa keputusan tambahan terkait berbagai pelanggaran yang terjadi saat pertandingan berlangsung.
Melalui SK Komdis Nomor 243, Persipura dikenai denda Rp15 juta akibat aksi pelemparan botol air minum dari tribun penonton.
Kemudian, dalam SK Nomor 244, klub asal Papua tersebut kembali dijatuhi denda sebesar Rp125 juta karena adanya pelemparan bom asap, penyalaan flare, dan petasan.
Sementara itu, SK Nomor 245 memuat hukuman denda Rp50 juta akibat aksi penonton yang masuk ke lapangan usai pertandingan berakhir.
Tak hanya itu, panitia pelaksana pertandingan juga dianggap gagal menjaga keamanan dan ketertiban sehingga terkena denda tambahan Rp20 juta sesuai SK Komdis Nomor 247.
Hanya Dua Keputusan yang Tidak Bisa Banding
Dari total lima surat keputusan yang diterbitkan Komdis PSSI, hanya dua keputusan yang tidak dapat diajukan banding, yakni SK Nomor 243 dan SK Nomor 247.
Artinya, beberapa sanksi lainnya masih memiliki peluang untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku di PSSI.
Kericuhan bermula setelah Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam laga playoff promosi Super League 2026/2027.
Hasil tersebut membuat Persipura gagal promosi dan harus tetap bermain di kasta kedua atau Championship musim depan. Sebaliknya, Adhyaksa FC berhasil mengamankan tiket promosi ke Super League.
Kekalahan itu memicu kemarahan sejumlah oknum suporter yang kemudian masuk ke lapangan pertandingan. Situasi memanas membuat pemain dari kedua tim harus segera dievakuasi demi alasan keamanan.
Selain masuk ke lapangan, oknum penonton juga dilaporkan melakukan pelemparan berbagai benda ke area pertandingan. Bangku cadangan pemain mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.
Tidak hanya fasilitas stadion, sejumlah mobil yang terparkir di sekitar Stadion Lukas Enembe juga menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami kerusakan.

