Nilai tukar rupiah kembali terperosok dalam pada pembukaan perdagangan pagi ini Senin, 18 Mei 2026. Rupiah melemah 0,31 persen atau 54 persen ke level Rp17.650 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan, pelemahan rupiah ini dipicu oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat, dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua asset termasuk obligasi, saham, crypto dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump,”
ujar Lukman kepada Owrite.id Senin, 18 Mei 2026.

Lukman menjelaskan, kekecewaan itu lantaran dalam pertemuan kedua pimpinan, tidak banyak diberikan solusi atas perang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.
Hasil pertemuan tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,”
terangnya.
Sementara itu, terkait pidato Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa ‘orang desa tidak pakai dolar’, Lukman mengatakan kemungkinan ada sentimen domestik yang memengaruhi pelemahan rupiah. Namun, efeknya ke pelemahan rupiah tidak besar.
Sentimen domestik mungkin, namun tidak akan signifikan,”
ujarnya.
Adapun untuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Lukman memperkirakan akan melemah di kisaran Rp17.550-Rp17650 per dolar AS.
Di samping itu, mata uang negara di Asia Tenggara kompak mengalami pelemahan. Pada perdagangan pagi ini, ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,56 persen, bhat Thailand (THB) 0,24 persen, dolar Singapura (SGD) 0,08 persen, dan peso Filipina (PHP) melemah 0,03 persen.


