Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Ekonom Peringatkan Risiko Ekonomi RI, Jangan Hanya Bangga Rasio Utang Rendah

Kondisi ekonomi sebuah negara tidak bisa langsung dianggap aman hanya karena rasio utangnya terhadap PDBnya rendah.

Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)

Yanuar Rizky menilai kondisi ekonomi sebuah negara tidak bisa langsung dianggap aman hanya karena rasio utangnya rendah. Menurut dia, yang paling penting adalah apakah negara memiliki kemampuan membayar cicilan dan bunga utang.

Pengamat ekonomi tersebut mengkritik anggapan bahwa ekonomi Indonesia masih aman karena rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di kisaran 40 persen.

Menurutnya, angka tersebut belum cukup untuk menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Iklan

Bukan cuma soal utangnya besar atau kecil, tapi negara punya uang untuk bayar atau tidak,”

ujar Yanuar, Selasa, 19 Mei 2026.

Debt Service Ratio Dinilai Lebih Penting

Ilustrasi Uang Rupiah.
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)

Ia mengatakan ada hal lain yang lebih penting untuk dilihat, yakni kemampuan negara membayar utang dari penerimaan negara. Dalam istilah ekonomi, hal itu disebut debt service ratio, yaitu perbandingan antara beban pembayaran utang dengan pemasukan negara.

Yanuar mengungkapkan, jika beban pembayaran utang semakin besar sementara penerimaan negara tidak kuat, kondisi keuangan negara bisa semakin berat.

Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa hanya dilihat dari angka statistik yang tampak bagus di atas kertas. Sebab, negara tetap bisa mengalami tekanan ekonomi jika beban utangnya terus bertambah.

Pemerintah Diminta Lebih Hati-hati Tambah Utang

Karena itu, Yanuar meminta pemerintah lebih berhati-hati dalam menambah utang dan tidak hanya fokus menunjukkan angka rasio utang yang terlihat aman.

Yang penting itu kemampuan bayarnya. Jangan cuma lihat statistiknya saja,”

kata dia.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.