Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mengalami defisit per 30 April 2026. Defisit APBN tercatat mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya mengatakan, dengan realisasi defisit APBN ini sekaligus membantah pernyataan dari sejumlah ekonom, yang mengatakan bahwa defisit APBN di akhir 2026 akan melewati batas 3 persen.
Kemarin waktu keluar di bulan Maret 0,93 persen para analis, para ekonom bilang itu 0,9 persen tiga bulan kalau dipukul ratakan 0,9 persen kali empat ya defisitnya 3,6 persen. Kalau saya pakai approach yang saya pakai 0,64 persen setahun kira-kira kali tiga 1,8 persen. Tapi itu hitung-hitungannya nggak begitu,”
ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Selasa, 19 Mei 2026.
Pendapatan Negara

Purbaya menjelaskan, untuk realisasi pendapatan negara pada April 2026 sebesar Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara year on year (yoy). Sedangkan realisasi belanja negara sebesar Rp1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen secara yoy.






