Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, membantah anggapan bahwa pihaknya mengalami kesulitan dalam menyusun jadwal kompetisi musim depan.
Pernyataan tersebut muncul setelah adanya kabar mengenai rencana menghidupkan kembali turnamen Piala Indonesia yang sudah vakum selama tujuh tahun.
PSSI dan I.League memang disebut tengah menyiapkan kembalinya Piala Indonesia pada musim 2026/2027 sebagai turnamen pendamping kompetisi domestik.
Nah ini saya sekali lagi ya. Saya melihat ada narasi begini, seolah-olah I.League kebingungan menaruh kompetisi. Kita tidak pernah berstatement bahwa I.League kebingungan mencari tempat,”
ujar Asep.
Asep menjelaskan sebelumnya Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir telah meminta I.League mencari solusi agar jumlah pertandingan klub di Indonesia bisa bertambah pada musim depan.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kompetisi dan memberi lebih banyak jam bermain bagi pemain.
Justru kita sudah menyiapkan sekali lagi, Pak Ketua PSSI sudah menyampaikan bahwa I.League diminta untuk bisa memberikan solusi atas bagaimana kita menambah jumlah bermain,”
jelas Asep.
Piala Indonesia Terakhir Digelar pada 2018/2019
Piala Indonesia terakhir kali digelar pada musim 2018/2019. Saat itu, PSM Makassar berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta di partai final.
Kini, turnamen tersebut berpeluang kembali hadir sebagai bagian dari agenda kompetisi sepak bola nasional musim depan.
Asep memastikan bahwa I.League sebenarnya sudah memiliki perencanaan terkait kalender kompetisi musim depan.
Namun, detail lengkap mengenai format dan jadwal turnamen masih belum diumumkan ke publik. Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh kompetisi berjalan sinkron, termasuk dengan agenda AFC dan ASEAN.
Kalendernya kami sudah punya, planning-nya sudah ada. Tapi detailnya seperti apa saya belum sampaikan. Pada waktunya kami akan satukan karena kami butuh sesuatu yang memang betul-betul terukur. Bukan kami kebingungan, justru kami ingin memastikan sinkronisasi semua,”
ujar Asep.
Super League-nya, Championship-nya. Kalau pun ada turnamen yang memang kami akan launching kemudian hari, termasuk sinkronisasi dengan AFC dan juga ASEAN, sekali lagi itu memang membutuhkan satu persiapan yang harus betul-betul terukur dan pada waktunya kami akan umumkan,”
tuturnya.
Dorongan agar Piala Indonesia kembali digelar terus datang dari berbagai pihak. Turnamen tersebut dianggap penting untuk memberi kesempatan bermain lebih banyak kepada pemain muda, terutama setelah kuota pemain asing di Super League semakin besar.
Sekali lagi saya juga pernah bilang kemarin, bisa dimonitor kalender kompetisi seperti apa di website-nya I.League ya, mungkin dalam satu minggu ke depan,”
terang Asep.

