Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kenapa Rasanya Tetap Ketinggalan Padahal Udah Usaha Keras?
Sefruit

Kenapa Rasanya Tetap Ketinggalan Padahal Udah Usaha Keras?

Salsabillah Irwanda
Last updated: Mei 18, 2026 6:08 pm
Salsabillah Irwanda
Share
SHARE

Pernah nggak sih kamu ngerasa capek banget karena sebenarnya kamu sudah berusaha, tapi tetap merasa tertinggal?

Kamu sudah kerja.

Sudah belajar.

Sudah mencoba konsisten.

Sudah memaksa diri buat tetap jalan walau sering capek.

Tapi entah kenapa, setiap buka media sosial rasanya selalu ada orang yang hidupnya lebih cepat dari kamu.

Ada yang sudah dapat kerja impian.

Ada yang kariernya naik cepat.

Ada yang bisnisnya jalan.

Ada yang kelihatannya hidupnya “beres”.

Dan di tengah semua itu, kamu malah duduk sambil mikir:

“kok gue masih di sini-sini aja ya?”

Perasaan seperti ini sebenarnya makin sering dirasakan banyak orang, terutama di era comparison culture dan FOMO sekarang.

Karena kita hidup di zaman di mana pencapaian orang lain muncul terus setiap hari, bahkan sebelum kita sempat menghargai progress diri sendiri.

Dulu mungkin kita cuma membandingkan hidup dengan lingkungan sekitar. Sekarang? Kita membandingkan hidup dengan ratusan orang sekaligus dalam satu layar.

Dan yang bikin capek lagi, algoritma media sosial hampir selalu menunjukkan kayak orang yang lebih sukses, lebih produktif, lebih glowing, lebih kaya, atau lebih “jadi seseorang”.

Akhirnya otak kita mulai percaya kalau semua orang sedang melaju lebih cepat. Padahal yang sering nggak kelihatan adalah proses berantakan di belakang layar mereka.

Kita lihat hasil akhirnya, tapi nggak lihat rasa takutnya.

Nggak lihat gagal berkali-kalinya.

Nggak lihat malam-malam bingung mereka.

Dan karena itu, banyak orang mulai merasa usahanya sendiri jadi terlihat kecil. Padahal kenyataannya, bertahan aja sekarang sudah termasuk usaha besar.

Apalagi di usia 20-an, banyak orang hidup sambil membawa tekanan yang nggak sedikit:

harus sukses cepat, harus punya arah hidup, harus produktif, harus menghasilkan sesuatu, dan entah sejak kapan, kita merasa harus selalu “perform”.

Kalau nggak berkembang sedikit aja, langsung panik. Kalau istirahat terlalu lama, langsung merasa bersalah.

Akhirnya hidup terasa seperti perlombaan yang garis finish-nya terus bergeser.

Dan mungkin itu alasan kenapa banyak orang merasa ketinggalan walau sebenarnya sudah berusaha keras. Karena mereka terlalu fokus melihat seberapa jauh orang lain berjalan, sampai lupa melihat dirinya sendiri sudah sejauh apa.

Padahal perkembangan hidup nggak selalu kelihatan dalam bentuk gaji yang besar, jabatan yang keren, atau hidup yang estetik.

Kadang progress itu bentuknya kayak kamu masih bertahan. Kamu masih mencoba lagi walau kemarin gagal. Kamu masih bangun dan menjalani hari walau kepala lagi penuh.

Dan itu tetap berarti.

Yang sering bikin kita merasa tertinggal sebenarnya bukan hidup kita, tapi kebiasaan membandingkan timeline sendiri dengan timeline orang lain.

Padahal setiap orang punya start, kesempatan, dan proses yang berbeda.

Ada yang berhasil cepat. Ada yang jalannya lebih lambat. Ada yang baru menemukan arah hidup setelah berkali-kali salah jalan.

Dan semua itu normal.

Karena hidup bukan lomba siapa paling cepat jadi “sukses”.

Kadang hidup cuma tentang siapa yang tetap berjalan tanpa kehilangan dirinya sendiri di tengah semua tekanan.

Jangan lupa follow @sefruitmedia buat konten self-awareness, quarter life crisis, dan topik relate lainnya.

 

Tag:KepribadianOrang Dewasa
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
4
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Tanda Kamu Terlalu Cepat Dewasa Waktu Kecil

Dari kecil sering dibilang “dewasa untuk umurmu”? Kelihatannya kuat dan pengertian, tapi…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Sefruit

That Girl Era yang Bisa Kamu Jalani Tanpa Fake Productivity

That girl era nggak harus selalu estetik dan super produktif. Artikel ini…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
3 hari lalu
Sefruit

Umur 25 Masih Belum Tahu Mau Jadi Apa? Boleh Nggak Sih?

Masih bingung mau jadi apa di umur 25? Tenang, kamu nggak sendirian.…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
3 hari lalu
Sefruit

Kalau Punya Anak Nanti, Nama Bayi Sansekerta Kayak Gini Lagi Banyak Disukai

Nama bayi Sansekerta belakangan makin populer di kalangan Gen Z dan milenial…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up